Jawa Timur Segera Bangkit 2021

Reporter : Redaksi - klikjatim

Catatan Redaksi Klikjatim oleh Aries Wahyudianto

KEDATANGAN vaksin Covid-19 dari pabrik farmasi Cina Sinovac menjadi harapan baru bagi masyarakat yang hampir setahun ini dihadapkan pada ketakutan terhadap penyebaran virus mematikan tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menyiapkan tenaga vaksinator untuk mempercepat pemberian vaksinasi jika vaksin yang didatangkan sebanyak 1,2 juta dosis itu dibagikan.

Terlepas kapan vaksin bakal dibagikan dan siapa yang akan dapat vaksin tersebut, namun harapan pemulihan kondisi ekonomi, sosial dan kesehatan di masyarakat menjadi besar. Selama ini masyarakat selalu berharap pandemi ini segera berakhir seiiring dengan ditemukannya vaksin virus tersebut.

Harapan ini bisa dimaklumi karena sejak Maret 2020, Indonesia bahkan secara global terdampak hebat oleh pandemi ini. Hampir semua sektor kehidupan di masyarakat turun indikator pertumbuhannya. Hampir semua negara mengalami resesi ekonomi hingga 4 persen.

Kendati terdampak, Provinsi Jawa Timur setidaknya masih bisa bertahan setelah pemerintah menggelontorkan sejumlah bantuan dan insentif kepada masyarakat. akil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak memperkirakan perekonomian di Jawa Timur pada 2021 mendatang akan mengalami pertumbuhan antara 5 persen hingga 6 Persen. Industri dan perdagangan akan amenjadi motor penggerak pertumbuhan.

Provinsi Jawa Timur memiliki daya tarik luar biasa bagi PMDN ketika pademi melanda. Indikator mulai membaiknya ekonomi di Jawa Timur terlihat dari hasil pertumbuhan pada triwulan III-2020 naik 42,20 persen (yoy) meningkat 23,31 persen dari triwulan sebelumnya. Ini merupakan landasan modal optimisme untuk mendorong pertumbuhan tahun 2021. Pertumbuhan diharapkan optimis naik tetapi harus tetap menjaga agar pademi covid-19 di Jatim .

Jawa Timur luasnya 2,5 persen dari Indonesia dengan telah menyumbang 15 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sementara luas Jatim 47 ribu kilo meter persegi atau 35 persen luas pulau Jawa. Jawa Timur memiliki kontribusi 1/6 persen perekonomian nasional. Sumbangan perekonomian Jatim yang besar bagi perekonomian nasional 30 persen diperoleh dari industri manufaktur dan 18 persen dari sektor perdagangan. Sehingga hampir 50 persen perekonomian Jatim bukan diperoleh dari sumber daya alam, tapi dari industri dan perdagangan.

Pandangan optimis juga disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat menyerahkan DIPA kepada kepala daerah belum lama ini. Jawa Timur segera bergerak di smeua sektor, baik bidang kesehatan, perlindungan sosial, pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural. Namun demikian saat ini prioritas utama yakni kesehatan dan ekonomi diharapkan segera pulih.

Pemulihan itu secara bertahap akan dilakukan melalui kebijakan dan program yang digulirkan Pemprov Jatim dan diselaraskan dengan program kebijakan pemerintah pusat. APBN sebagai instrumen utama dan sangat penting, dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 untuk memberikan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi. Keberhasilan dalam mengendalikan pandemi akan menjadi faktor penting dalam menentukan akselerasi pemulihan ekonomi pada Tahun 2021. Kecepatan, ketepatan, akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan pemerintah daerah baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. (*)