Jatim Segera Terima Alat Rapid Test Virus Corona #Prioritaskan Test ke 5 Kelompok Berisiko Terpapar Covid-19

Reporter : ratno dwi santo

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mendapatkan bantuan alat uji virus atau rapid test virus corona. Bantuan dari pemerintah pusat ini bakal diserahkan Kamis (26/3/2020) dan akan disebar ke sejumlah rumah sakit di Jawa Timur.

BACA JUGA :  Setop Penyebaran Covid-19, DPRD Jatim : Masyarakat Harus Patuhi Imbauan Pemerintah
Kepastian penyerahan bantuan itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grahadi, Rabu (25/3/2020). Menurut gubernur, Pemprov Jatim segera mendapatkan bantuan rapid test virus corona dari pemerintah pusat. “Alatnya sudah dikirim dan saat ini sedang dalam proses pengiriman. Kemungkinan besok (Kamis, 26/3/2020) barangnya akan tiba,” kata Khofifah.

Dikatakan, selain bantuan rapid test virus corona dari pemerintah pusat, pihaknya mendapatkan sumbangan dari pihak swasta sebanyak 10 ribu rapid test. “Insyaallah besok di luar dari pemerintah ada yang menyumbangkan rapid test. Jumlahnya lumayan besar. Insyaallah ada 10 ribu rapid test,” terang Khofifah.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi di Koperasi Susu Sapi Didalami Kejaksaan
Setelah bantuan diterima, kata Khofifah, pihaknya akan menyebarkan ke sejumlah rumah sakit. Nantinya rumah sakit akan melakukan penyisiran untuk menguji warga yang memiliki risiko terpapar virus Covid-19 . “Kalau soal jumlah, sebenarnya masih kurang. Sebab kami mengajukan permohonan bantuan rapid test virus corona sebanyak 200 unit,” terang dia.

Lebih lanjut Gubernur Jatim menegaskan, pelaksanaan rapid test Covid-19 dilakukan secara masif. Ada lima kelompok yang akan menjadi prioritas dalam test. Mereka adalah para dokter yang merawat pasien virus corona. Sedangkan kedua adalah perawat. “Saya ingin prioritas adalah dokter dan keluarganya, perawat dan keluarganya,” beber Khofifah.

BACA JUGA :  Bermain di Kandang, Persebaya Dikalahkan Persipura 3-4
Sedangkan prioritas berikutnya, lanjut Khofifah, ia akan memprioritaskan pasien yang positif dan kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Selanjutnya pasien positif dan keluarganya. Prioritas berikutnya adalah PDP dan keluarganya. (rtn/hen)