Jatim Optimis Produksi Padi Tahun Ini Surplus Untuk Suplai 16 Provinsi

Reporter : Arifin - klikjatim.com

Gubernur Jatim Khofifah saat melakukan panen padi beberapa waktu lalu optimis produksi padi di Jatim surplus.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Provinsi Jawa Timur optimis produksi padi tahun ini bakal surplus atau melebihi kebutuhan. Untuk meningkatkan produksi sekaligus membantu kebutuhan pangan nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta enam kabupaten, yaitu Bojonegoro, Jember, Nganjuk, Ngawi, Tuban, dan Tulungagung mempercepat masa tanam padi.

BACA JUGA :  Kepala Perawat RSUD Dr Seowandhi Surabaya Meninggal Dunia

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo menyebutkan, untuk semester I/2020 ini, produksi padi gabah kering giling (GKG) sebesar 6.185.310 ton. Sementara luas panen padi di Jawa Timur semester I tahun 2020 diperkirakan mencapai 1.120.153 ha.

Menurutnya, potensi ketersediaan perberasan Semester I tahun 2020 adalah setara dengan 4.066.348 ton beras. Kemudian potensi konsumsi (pangan, pakan dan industri) sebesar 2.133.143 ton beras. “Sehingga surplus beras pada Semester I di tahun 2020 mencapai 1.933.205 ton beras. Data ini di-update data per tanggal 29 Mei 2020,” kata Hadi Sulistyo.

Dijelaskan, saat ini rata – rata harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 4.450/kg. Kemudian harga GKG sebesar Rp 5.400/kg. Sementara untuk harga beras tipe medium dipatok sebesar Rp 8.830/kg dan beras premium sebesar Rp 10.000/kg. Seluruh harga masih diatas harga pokok produksi (HPP).

Ditambahkan, sasaran tanam padi Bulan Juni 2020 di Jawa Timur seluas 98.797 Ha dan Prediksi Luas Panen pada bulan Juni seluas 110.662 Ha dengan perkiraan produksi sebesar 626.564 Ton GKG atau setara beras sebesar 407.267 Ton. Sedangkan sasaran tanam padi pada 6 Kabupaten yang berpotensi di Jawa Timur yakni Kabupaten Bojonegoro dengan target seluas 6.315 Ha, Kabupaten Jember dengan target seluas 5.620 Ha, Kabupaten Nganjuk dengan target seluas 3.709 Ha, Kabupaten Ngawi dengan target seluas 2.637 Ha, Kabupaten Tuban dengan target seluas 3.788 Ha, dan Kabupaten Tulungagung target seluas 3.390 Ha.

BACA JUGA :  Bupati Sambari : Lebih Baik Covid Banyak Daripada yang Mati Banyak

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menyebutkan, hingga saat ini ada 16 provinsi lain di Indonesia bagian timur suplai pangan terutama beras hampir 80 % tergantung dari Jawa Timur. “Beberapa kali bapak presiden juga menteri pertanian meminta untuk mempercepat masa tanam,” kata gubernur saat rapat koordinasi dalam rangka ketersediaan pangan menghadapi musim kemarau di Gedung Negara Grahadi, Senin (1/6).

Gubernur berharap, percepatan tanam di bulan Juni ini bisa termonitor dengan baik oleh seluruh bupati, sehingga ketahanan pangan nasional yang sebagian besar bertumpu pada surplusnya produksi padi di Jawa Timur bisa dijaga.

“Agar usaha maksimalisasi seluruh produk panganterutama padi, peralatan-peralatan harus disiapkan apakah yang terkait dengan traktor roda dua maupun traktor roda empat, termasuk kesiapan pupuk,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bandar Sabu Ditembak Mati Satreskoba Polrestabes Surabaya

Gubernur minta distribusi benih dan penyaluran pupuk subsidi bisa dipastikan terkawal sampai ke petani. Akhir 2019 kemarin lanjut gubernur, kuota pupuk subsidi dari kementerian pertanian untuk Jatim terpangkas sampai 40% sehingga tinggal 60%.

Diharapkan, pengalaman dari tahun kemarin biasanya memang dari kabupaten langsung ke Kementerian Pertanian tidak semuanya memberikan tembusan kepada Pemprov serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

“Karena itu saat menyusun RDKK khusus untuk subsidi pupuk 2021 kami mohon agar tembusan dari surat yang dikirim ke pusat, Pemprov bisa mendapatkan salinannya agar kami bisa melakukan monitoring sesungguhnya khusus untuk penyaluran pupuk bersubsidi kita bisa bersama-sama ikut melakukan pengawalan jadi proses koordinasi,” tugasnya. (hen)