Jatim Jadi Klaster Terbanyak PTM Dengan 165 Kasus di 1.303 Sekolah * Komisi E DPRD Jatim Minta Dispendik Evaluasi PTM

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani bersama Plt Kadispendik, S. Hariyanto saat meninjau proses PTM terbatas. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Kementerian Pendidikan Kebudayaan merilis klaster covid untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah provinsi. Jawa Timur menjadi provinsi dengan klaster terbanyak yakni 165 titik di 1.303 sekolah lembaga pendidikan.

BACA JUGA :  Wisata Edukasi Kebun Binatang Tulungagung Bakal Dibuka Kembali

Tercatat, 165 klaster Covid-19 saat PTM. Dari jumlah tersebut, ada 917 guru dan 2.507 murid yang terinfeksi.  Data hingga 22 September pukul 20.59 menunjukkan, Jawa Timur memiliki 165 klaster saat PTM. Dari klaster tersebut, ada 917 pendidik dan tenaga kependidikan yang positif corona dan 2.507 murid yang positif.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi kepada wartawan tidak menampik adanya 165 klaster penularan covid pada penyelengaraan PTM di seluruh kota kanupaten di Jatim. Namun dia berkilah, data tersebut untuk PTM PAUD hingga SMP.

“Laporan dari para Kepala Cabang Pendidikan se-Jawa Timur untuk SMA, SMK, SLB di Jatim aman dari klaster sekolah,” kata Wahid Kamis (23/9/2021).

Wahid menjelaskan tidak tertutup kemungkinan ada tenaga pendidikan serta siswa yang terpapar COVID-19. Namun, Wahid memastikan bukan klaster sekolah khususnya saat PTM terbatas.

“Guru, tenaga pendidikan, siswa secara individu pasti ada (yang terpapar COVID-19). Tapi bukan klaster sekolah saat PTM,” ungkapnya.
Wahid menjelaskan Dindik Jatim hanya berwenang menginput data di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP, kewenangan ada di Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.

 

Sementar itu Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada satgas covid 19 dan Dinas Pendidikan untuk menulusuri kontak erat adanya temuan Kluster covid 19 di saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Timur.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Reny Pramana pun mengaku geram atas adanya temuan klaster baru saat PTM digelar. “Sangat disayangkan, ya. Jatim menjadi penyumbang kasus tertinggi klaster Covid-19 di sekolah ketika PTM dimulai,” kata Politisi PDI Perjuangan saat dikonfirmasi, Kamis (23/9).

Geramnya Kakak kandung Menteri Sekretris Kabinet Pramono Anung ini lantaran sejak awal sebelum PTM diberlakukan sudah diingatkan. Mulai kesiapan sarapan prasarana, tenaga pendidik dan siswa harus menyadari bahwa pandemi belum selesai meskipun mengalami tren penurunan kasus Covid-19.

“Dari awal Kita sudah menyampaikan ketika ingin segera dibuka PTM yang perlu dan wajib menjadi perhatian kita bersama adalah kesiapan Kita semua, siap sarana prasarananya, gurunya, siswanya,” terangnya.

Sehingga, lanjut Wara, protokol kesehatan (Prokes) menjadi prioritas. Disamping itu sarana sekolah tempat siswa belajar dirubah menjadi semi terbuka. “Agar sirkulasinya bagus bukan ruang tertutup seperti sebelum pandemi,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih menjelaskan bahwa prosentase Jatim terkecil sekitar 2 persen, dibandingkan Provinsi lain yakni 3,5 peren. “Jadi mesti dilihat dari prosentase, sebab itu menggambarkan berapa banyak sekolah yang sudah tatap muka. Kita masih paling kecil dari data diatas,” ulasnya.

Politisi PKB ini pun meminta agar melakukan penelusuran kontak erat terkait klaster PTM. Hikmah mengatakan munculnya kasus Covid-19 saat sekolah tatap muka menjadi peringatan semua daerah untuk berhati-hati. “Segera melakukan penelusuran ya. Agar tidak muncul klaster baru lagi,” pinta Hikmah.

Selain Jawa Timur, kasus tinggi juga terjadi di Jawa Barat melaporkan adanya 150 klaster sekolah tatap muka. Total pendidik dan tenaga kependidikan yang tertular mencapai 1.146 orang dan murid 2.343 orang.

Kemudian, Jawa Tengah mencatatkan 132 klaster dengan jumlah orang tertular sebanyak 733 guru serta 473 orang murid yang positif Covid-19. Berikutnya, Nusa Tenggara Timur mencatat 104 klaster. Adapun, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang terinfeksi corona 284 orang serta murid 1.037 orang.

Sementara, wilayah dengan klaster terendah ialah Sulawesi Barat sebanyak 2 klaster. Selain itu hanya ada 2 tenaga pendidik dan kependidikan yang positif Covid-19 di provinsi tersebut. Kemudian, Sulawesi Tenggara yang melaporkan 5 klaster corona dan penularan terhadap 32 tenaga pendidik dan kependidikan serta 79 murid. Di Maluku Utara, terdapat 6 klaster yang menginfeksi 157 guru serta 411 murid. (ris)