Jatah Vaksin untuk Nakes di Jatim Masih Kurang Sekitar 50 Ribu

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Kadinkes Provinsi Jatim, dr Herlin Ferliana saat diwawancarai awak media. (Shohibul Anwar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di Jawa Timur (Jatim) belum sepenuhnya tuntas. Sebab dari jumlah sasaran secara keseluruhan baru sekitar 185 ribu saja tenaga kesehatan (nakes) yang disuntik vaksin Sinovac.

BACA JUGA :  Gubernur Khofifah Kunjungi Korban Banjir Pasuruan, Pastikan Bantuan dan Konseling

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Jatim, dr Herlin Ferliana mengatakan, jumlah vaksin memang terbatas. Sehingga dalam pendistribusiannya pun dilakukan secara bertahap.

Seperti diketahui, vaksinasi di Jatim pada tahap pertama sendiri diprioritaskan untuk para SDM kesehatan. Dan hingga saat ini diakui masih banyak di antara mereka yang belum menerima jatah vaksin. Jumlahnya ada sekitar 50 ribu tenaga kesehatan yang belum mendapat vaksinasi.

“Tahap satu seluruh dunia sama untuk SDM kesehatan. Sedangkan tahap dua untuk pelayan publik, termasuk temen-temen media,” ujar Herlin, Selasa (23/2/2021).

Sebab itulah, pada tahap kedua ini pihaknya akan kembali mengajukan ke pemerintah pusat agar seluruh nakes di Jatim bisa mendapat jatah vaksin tersebut. “Untuk tahap satu kemarin dari 230 ribu SDM kesehatan itu, kami baru mendapat sekitar 185 ribu, berarti masih ada antara 45 ribu sampai 50 ribu tenaga kesehatan yang akan kita vaksinasi di tahap kedua. Dan kita akan mengajukan tambahan vaksin tersebut, insyaallah akan diberi,” jelas Herlin.

Vaksinasi tahap kedua yang rencananya dimulai pada pekan ke empat bulan Februari ini dari total 4,6 juta sasaran di Provinsi Jatim, kata Herlin baru mendapatkan jatah sekitar 914 ribu dosis vaksin. “Jadi kira-kira untuk 460 ribu sasaran berarti masih 10 persen dari sasaran yang ada,” imbuhnya.

Kendati demikian, dia tetap memastikan bahwa seluruh sasaran di tahap kedua ini akan mendapat jatah. Tentunya dilakukan secara bertahap. Menurutnya, tahap kedua ini akan diprioritaskan kepada para pelayan publik seperti TNI, Polri, guru, ulama hingga jurnalis.

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan semua akan tervaksinasi untuk tahap dua ini. Nanti akan selesai kira-kira ini kan Februari, nanti Maret ada lagi, April ada lagi, dan insyaallah akan berakhir sampai Mei,” tandasnya. (nul)