Jatah Vaksin Covid-19 di Sidoarjo 9.291, Semuanya Masih Diperuntukkan Nakes

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono saat meninjau tempat penyimpanan vaksin untuk jatah Kabupaten Sidoarjo. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Pendistribusian vaksin Covid-19 sudah dimulai oleh Kementerian Kesehatan RI ke beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Setelah ini nanti vaksin Sinovac baru akan dikirim ke kabupaten/kota di provinsi setempat.

BACA JUGA :  Tanpa Diperkuat Tiga Pemain Inti, Persela Curi Angka di Kandang Tira Kabo

Untuk Kabupaten Sidoarjo sendiri mendapatkan jatah 9.291 Vaksin Sinovac. Dan pemberian vaksin pada tahap pertama ini masih difokuskan kepada para tenaga kesehatan (Nakes).

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono menjelaskan, nakes yang dijatah mendapatkan vaksin mulai dari status Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN dan terdaftar di Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). “Jadi mereka yang betul-betul di SDMK dengan kriteria sama, yakni tidak boleh dari 59 tahun atau kurang dari 18 tahun tanpa komorbit atau penyakit penyerta,” kata Hudiyono saat didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo, Syaf Satriyawarman, Senin (4/1/2021).

Lebih lanjut diungkapkan, jika ada nakes ASN maupun non ASN terdapat komorbid, maka pemberian vaksin kepada mereka akan ditunda tahap berikutnya. “Bahkan saya sendiri juga siap untuk divaksin yang pertama kali,” imbuhnya. 

Disinggung terkait kesiapan penerimaan vaksin, Pemkab Sidoarjo mengaku sudah sangat siap. Rencananya vaksin itu akan disimpan pada ruangan khusus di Kantor Dinkes.

Secara teknis mulai dari kesiapan kelistrikan, tempat, ukuran dan sertifikatnya juga sudah matang. “Jadi secara legalitas kesiapan kita sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan kiriman tahap pertama sebanyak 9.291 ke Sidoarjo ini bisa didistribusikan dengan baik,” harapnya saat mengecek tempat penyimpanan vaksin yang telah disiapkan. 

Termasuk tempat-tempat penyimpanan yang ada di Puskesmas juga dipastikan aman. Menurut dia, agar kondisi vaksin lebih terjaga aman, setiap Puskesmas di Sidoarjo akan dibelikan alat penyimpanannya berupa Box Medical System.

“Kebetulan kita sudah mendapatkan bantuan dari Provinsi Jatim sebanyak 9 Box Medical System, tinggal menambah sekitar 17 Box Medical System lagi,” pungkasnya. (nul)