Janji Akan Dinikahi, 2 Anak Sekolah di Ngawi Serahkan Keperawanan kepada Pak Satpam

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Ilustrasi dua anak sekolah di Ngawi yang setubuhi oknum satpam. (ist)

KLIKJATIM.Com | Ngawi—Dua anak sekolah di Kabupaten Ngawi menjadi korban keganasan hasrat seksual seorang oknum satpam. Kedua korban diperawani setelah dijanjikan akan dinikahi setelah lulus sekolah.

BACA JUGA :  49 Senpi Personil Polres Gresik Ditarik, Ini Penyebabnya

Oknum satpam itu berinisial MWJ (30). Dia ditangkap setelah ramai di media social telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Tersangka MJW ditangkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat,” kata Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya saat konferensi pers, Senin (18/1/2021).

Ia menambahkan, kasus ini terdapat dua korban, yakni DAA dan DADF. Modusnya para korban ini setelah lulus sekolah akan dinikahi oleh MJW. Selain itu, untuk memuluskan aksinya, pelaku selalu memberikan iming-iming sesuatu untuk korbannya, mulai dari uang baju dan barang berharga lainnya.

“Di hadapan penyidik pelaku MJW mengaku menyesal dan khilaf, pelaku juga mengakui semua perbuatannya,” ujarnya.

Kapolres Ngawi menghimbau kepada seluruh orang tua ketika anak perempuannya beranjak dewasa untuk selalu mengawasinya, agar tidak terjadi perbuatan yang merenggut masa depan putri putrinya seperti saat ini.

“Bagi para orang tua agar selalu mengawasi putrinya ketika beranjak dewasa, ajak komunikasi, terbuka dan selalu memeriksa dengan siapa bergaul,” tegasnya.

Atas perbuatanya Polisi menjerat tersangka dengan UU KUHP pasal 81 dan 82 nomer 17 tahun 2016 tentang perlidndungan anak dan perempuan. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (hen)