Jalan Diportal, Pengusaha di Jalur Cerme-Benjeng Sambat ke Dewan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Para pengusaha saat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemasangan portal di jalan kelas tiga, tepatnya di simpang tiga Jalan Raya Cerme oleh Pemkab Gresik yang sudah dilakukan cukup lama akhirnya mengundang reaksi dari para pengusaha di jalur setempat. Mereka tidak terima dan sambat kepada DPRD Gresik, Kamis (25/6/2020).

Kedatangan mereka yang tergabung dalam paguyuban pengusaha wilayah Cerme-Benjeng tersebut ditemui oleh Ketua DPRD Gresik. Dalam audiensi disampaikan, bahwa akibat pemasangan portal membuat arus pengiriman berkurang dan banyak perusahaan merugi.

“Ribuan tanaga kerja di wilayah dua kecamatan itu pasti akan banyak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja),” kata perwakilan dari CV. Hasil Tani Sejahtera (HTS) sekaligus Juru Bicara (Jubir) Paguyuban Pengusaha, Mulyadi.

BACA JUGA :  Masa Depan PLTS Atap Sebagai Energi Bersih Bisa Jadi Solusi, Begini Tantangannya

Jika pengaduan ini belum ada titik temu, pihaknya berencana akan melangkah ke tingkat provinsi bahkan nasional. “Kita juga ada rencana melakukan pengaduan ke provinsi sampai nasional,” tambahnya.

Purwani, salah satu perwakilan pengusaha yang lain mengaku sangat menyesalkan pemasangan portal tersebut. Sebab pihaknya mendirikan perusahaan di Kawasan setempat juga sudah memiliki izin operasi.

“Jadi kalau di portal kan nambah beban dan ongkos angkut barang. Karena alat berat selalu lewat jalur jalan yang akan di portal,” keluhnya.Dan jika Pemda masih bertindak sewenang-wenang, pihaknya pun tak segan-segan hengkang dari Kabupaten Gresik. Tentunya dengan pindah mencari tempat lain.

BACA JUGA :  Kurangi Ketergantungan Pupuk Anorganik, Pemerintah Harus Gencar Sosialisasikan Pupuk Organik

Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani mengaku akan berusaha menindaklanjutinya. “Jika Pemerintah Daerah merampas hak jalan, juga merampas hak pengusaha,” menurutnya.

Yani tidak sepakat dengan pemberlakuan portal di jalan kelas III (tiga) atau jalan kabupaten tersebut. “Kami tidak sependapat Pemda melakukan portal-portalan. Kami menyambung transportasi sebagai penunjang arus ekonomi, bilang ke Bupati dari Ketua DPRD Gresik,” tantang wakil rakyat yang juga berlatar belakang pengusaha itu.

Selain itu, Yani juga menyoroti terkait tidak adanya sosialisasi terlebih dulu. “Jika Pemda tidak memberikan stimulus kepada pengusaha, jangan dirampas haknya,” tukasnya. (nul)