Jaksa Tahan Eks Pegawai Bank Mandiri MERR dan Debitur Atas Kredit Macet Rp 3,5 Milliar

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

Dua dari empat tersangka kredit macet Bank Mandiri MERR Surabaya saat diproses penahanannya oleh Kejari Tanjung Perak Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Mantan  pegawai Bank Mandiri Cabang MERR Surabaya dan satu debitur ditahan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Rabu (12/1/2022). Penahanan dilakukan lantaran keempatnya bersekongkol mengajukan kredit yang akhirnya macet hingga merugikan Bank Mandiri Rp 3,5 milliar.

Keempat tersangka kredit macet yang ditahan Tim pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya masing-masing
Empat tersangka tersebut adalah EK, yang merupakan debitur, AR Marketing, NH dan IS yang merupakan surveyor.

Kepala Kejari Perak Surabaya, I Ketut Kasna Dedi mengatakan, modus operandi para tersangka adalah mengajukan permohonan KPR dengan menggunakan dokumen-dokumen yang tidak benar di mana tersangka EK dibantu oleh tersangka AR, NH dan IS, sehingga permohonannya dicairkan oleh Bank Mandiri sebesar Rp 3,5 miliar.

Setelah permohonannya dicairkan pada 28 Juni 2018, tersangka EK sama sekali tidak melakukan pembayaran.

“Kreditnya macet karena tidak dibayar sama sekali oleh debitur (EK), yang menyebabkan kerugian negara sebesar 3,5 miliar rupiah,” sebut Kasna.

Terhadap perkara ini, kata Kasna, penyidik juga melakukan penahanan terhadap empat tersangka.

“Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tersangka EK dan AR. Ini merupakan lanjutan dari penahanan sebelumnya pada Kamis tanggal 6 Januari 2021 atas tersangka NH dan IS,” jelasnya.

“Penahanan kami lakukan karena khawatir tersangka tidak kooperatif, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama,” tambah Kasna.

Sementara adanya dugaan keterlibatan pihak lain, pihaknya saat ini masih terus melakukan penyelidikan. “Masih kita dalami lagi,” tandasnya.

Sedangkan atas perbuatannya, keempat tersangka kredit macet ini disangkakan dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 UU No 31/1999 Juncto UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31/1999 Juncto UU No 20/2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

TerpisahVice Presiden Goverment Business Head Bank Mandiri Region 8/Jawa 3,  Ahmad Fauzi menyatakan, pihaknya  menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung upaya Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dalam penyelesaian perkara.

“Dapat kami sampaikan, bahwa tersangka AR adalah tenaga alih daya dan telah mengundurkan diri dari Bank Mandiri sejak Januari 2019,” kata dia.

Dijelaskan, Bank Mandiri senantiasa menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dalam setiap proses bisnis, termasuk pengenaan sanksi tegas terhadap pelanggar aturan. (ris)