Jadi 30 Kasus, Tambahan 3 Positif Corona Gresik Terdiri dari Kluster Sampoerna

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Satgas percepatan penanganan Covid-19 Gresik melaporkan adanya penambahan kasus positif baru. (Abdul Aziz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Satuan Gugus Tugas (Satgas) percepatan penanganan Covid-19 Gresik mengkonfirmasi jumlah kasus positif corona per 1 Mei 2020 bertambah menjadi 30 kasus. Artinya, ada penambahan 3 orang dinyatakan positif.

Ketiga pasien positif Covid-19 ini berasal dari tiga kecamatan berbeda. Yaitu Kecamatan Duduksampeyan, Kebomas dan Menganti.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Gresik, drg Saifudin Ghozali menjelaskan, untuk kasus positif Kecamatan Kebomas ini berasal dari Desa Kebomas. “Yang dari Kebomas itu wafat saat masih berstatus PDP (pasien dalam pengawasan) dan baru keluar hari ini hasil swabnya positif,” ujar Ghozali didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik, A.M Reza Pahlevi kepada Klikjatim, Jumat (1/5/2020).

BACA JUGA :  Bantu Pelajar Surabaya, 37 Perusahaan Dapat Penghargaan dari Risma

Menurutnya, pasien ini meninggal pagi menjelang siang tadi. Dan sesuai hasil tracingnya berasal dari kluster Surabaya.

Kemudian satu pasien positif lainnya dari Desa Tambak Rejo, Duduksampeyan. “Untuk pasien dari Duduksampeyan ini berasal dari PDP dan saat ini dirawat dalam kondisi bagus. Namun tracingnya masih diperdalam,” terangnya.

BACA JUGA :  Pemilik Toko Kelontong Modern di Surabaya Penghasilannya Meningkat Setelah Gabung GrabMart

Sedangkan pasien positif baru yang ketiga berasal dari Desa/Kecamatan Menganti. Ia sebelumnya bukan merupakan PDP Gresik, namun dari hasil penelusurannya berasal dari kluster Sampoerna yang sempat jadi sorotan publik.

“Kasus menganti itu dari kluster Sampoerna, bukan dari PDP Gresik. Saat ini dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya,” lanjut Ghozali yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik.

Dengan penambahan 3 orang ini, maka jumlah positif corona di Gresik tercatat 30 kasus. Sebanyak 20 orang di antaranya masih dirawat, 5 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Adapun sebaran kasus terbanyak masih ada di Kecamatan Menganti, yaitu 8 kasus positif.

BACA JUGA :  Dimediasi Bupati Gus Muhdlor, Polemik Makam Perumahan Makarya Binangun Tuntas

Sementara jumlah PDP tercatat 139 orang. Rinciannya 90 orang masih dalam pengawasan, 44 orang lepas pengawasan dan 5 orang meninggal.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) saat ini mencapai 1.112 orang, 781 orang di antaranya sudah lepas dipantau. Sementara orang dalam risiko (ODR) sebanyak 1.013, dengan rincian 928 orang lepas dari pemantauan atau aman. Sedangkan data orang tanpa gejala  (OTG) di Gresik tetap 180 orang. (nul)