Istri Lengah, Garangan Ini Embat Adik Ipar Hingga Lahirkan Bayi Lalu Dibuang

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Anggota Polres Sumenep saat mengevakuasi bayi yang dibuang dalam kardus dan diletakkan di selokan belakang puskesmas Gapura pelakunya kini sudah ditangkap.

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Barangkali AD (24) ini termasuk laki-laki tipe garangan karena tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Setidaknya memiliki istri yang setia rupanya tidak cukup sehingga harus melirik adik sang istri alias adik iparnya. Repotnya lagi, aksi garangan yang dilakukan berbuah bayi.

BACA JUGA :  Kunjungi Kota Batu, Menteri Pertanian Petik Jeruk dan Panen Kentang

Dan yang membikin gemas, warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep ini tidak mau bertanggungjawab atas janin yang dilahirkan dari rahim YF adik iparnya. Keduanya memilih membuang bayi hasil hubungan gelap mereka di belakang Puskesmas Gapura Barat, 18 September 2020 silam.

Aksi buang bayi itu baru terungkap sebulan kemudian, yakni Jumat (16/10/2020) kemarin. Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sumenep menangkap keduanya di rumah masing-masing. Dan kini mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

“Dua tersangka itu masing-masing berinisial YF (17) dan AD (24), warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat siang.

YF merupakan ibu si bayi, dan AD merupakan kakak iparnya. Mereka ditangkap di rumah YF setelah anggota beberapa saat melakukan penyanggongan di sebelah rumah YF. “Bayi yang dibuang itu merupakan hasil hubungan gelap YF dengan AD, kakak iparnya,” ungkap Widiarti.

Dikatakan, warga dihebohkan dengan penemuan bayi Di bawah pagar tembok pembatas belakang Puskesmas Gapura. Saat ditemukan, bayi diletakkan di dalam kardus air mineral dibalut dengan kain sarung. Sementara tali pusarnya sudah terputus. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput. “YF dan AD saat ini diamankan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 308 KUH Pidana,” terang Widiarti. (hen)