Iseng Lihat You Tube, Pria di Cerme Gambar Lukisan Dari Pelepah Pisang

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Salah seorang pengunjung melihat gambar lukisan dari pelepah pisang

KLIKJATIM.Com | Gresik — Sangat jarang ditemukan bekas dari pelepah pisang dimanfaatkan. Biasanya, karena pohon pisang setelah berbuah pasti tidak tumbuh lagi, pelepahnya langsung dibuang. Namun, itu tidak tidak dengan Rikan. Pria asal Dusun Betiring Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik ini tidak melakukan demikian. Malahan pria yang berusia 56 tahun ini memburu pelepah pisang sebagai lukisan.

[irp]

Pelepah yang dicari Rikan, pelepah yang sudah kering. Untuk ditempelkan menjadi gambar lukisan. Beberapa lukisan itu dipamerkan saat kegiatan Launching Desa Berdaya di Kantor Desa Banjarsari. Mulai dari lukisan Presiden, Wayang, Pemandangan, dan Ikan. Semua berjejer dipamerkan.

Menurut Rikan, dirinya melakukan teknis menggambar dari pelepah ini, berawal dari iseng. Diusianya yang tergolong lanjut usia (lansia) ini. Rikan bersama anak lelaki dengan keisengannya melihat konten di You Tube. Melihat gambar – gambar yang harganya tinggi.

“Saat itulah saya dibantu anak saya melakukan lukisan dari pelepah pisang,” ungkapnya, Selasa (7/12/2021).

Rikan lalu menceritakan teknik pembuatan lukisannya. Mulai dari mencari pelepah pisang yang kering di pohon di beberapa kebun milik warga setempat.

“Setelahnya, bagian dalam pelepah disobek yang diambil kulitnya,” ucapnya.

Kemudian, disiapkan triplek hang sudah diwarnai hitam, dan dilengkapi pigora.

Lalu, barulah dilakukan lem pada gambar yang sudah didesain. “Yang sebelumnya dilakukan gambar lalu dilem sesuai bentuk gambar,” imbuhnya.

“Dengan lem G atau lem rajawali. Dan ada beberapa bahan dari sarang burung yang terbuat dari serat nanas,” ujarnya.

Nah, untuk proses jadi gambar pengrajin ini membutuhkan waktu empat hari. Yang saat ini belum dipasarkan secara komersil. Dan sementara masih orderan bersama satu anak Deni Ristiawan.

“Dan harga rata-rata Rp 300 ribu,” katanya.

Camat Cerme Suyono mengapresiasi hasil pelepah yang bisa dimanfaatkan dan menghasilkan cuan.

“Keunggulan, mengangkat dan mengurangi pengangguran. Dari sampah pelepah menjadi produk yang ada uangnya,” ucapnya. (bro)