Investasi Naik, Pengangguran di Gresik Malah Ikut Naik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Anggota DPRD Gresik, M Syahrul Munir PKB Gresik. (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Anggota DPRD Gresik, M Syahrul Munir mengatakan, angka pengangguran di Gresik naik. Hal ini sangat ironis, ketika laporan yang diterima terkait investasi di daerah setempat justru mengalami kenaikan namun tak mampu menekan angka pengangguran.

BACA JUGA :  Satu Lagi Pasien di Bojonegoro Positif Covid-19, Total Menjadi Empat Orang

“Dari 2019 ke 2020 sebenarnya terjadi peningkatan investasi yang luar biasa di Kabupaten Gresik. Ada dana masuk sebanyak Rp 9,6 Triliun dari 2019 hingga pada akhir tahun 2020. Namun mirisnya, hal ini tidak dibarengi dengan pengurangan jumlah pengangguran, justru pengangguran turut naik. Tingkat pengangguran terbuka Gresik naik dari 3,85 persen ke 5,84 persen pada tahun 2020 akhir,” kata Syahrul usai mendengarkan Laporan aketerangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2020 waktu lalu.

Adapun faktor penyebab masih tingginya angka pengangguran, salah satunya karena tenaga kerja di Gresik kurang bisa memenuhi kebutuhan pasar. “Lembaga pelatihan tidak bisa mengeluarkan sertifikasi kompetensi,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik ini. 

Menurutnya, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) juga banyak tapi belum cukup terserap oleh pasar kerja. Karena hanya memiliki kompetensi dasar. 

“Perlu pembekalan pelatihan kompetensi lanjutan. Sedangkan investasi yang masuk cenderung padat modal dan berupa bahan baku,” jelasnya. 

“Maka tak henti-hentinya saya suarakan pentingnya aktivasi dan memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Gresik, agar angkatan kerja saat ini bisa mempunyai kompetensi khusus. Sehingga bisa terserap oleh pasar kerja dan pasar industri di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. 

Sementara itu Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Gresik membantah belum berbuat banyak. Pihaknya mengaku sudah melakukan pelatihan kerja bagi warga ber-KTP Gresik. 

“Pelatihan kerja ini khusus untuk ber-KTP Gresik, bukan warga non Gresik,” tegas Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Gresik, Ninik Asrukin.

Pada tahun 2021 ini, Disnaker sudah menggelar latihan kerja yang dimulai hari Rabu (7/4/2021) ini dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Semuanya ada enam kejuruan. Antara lain bengkel sepeda motor, las, menjahit, dan bordir. 

“Untuk tataboga dan rias kecantikan belum dilaksanakan,” lanjutnya. 

Untuk alokasi anggaran, dari setiap kejuruan rata-rata disiapkan Rp 50 juta dengan masa pelatihan 33 hari. Kecuali bidang las salama 43 hari. 

“Itu semua untuk standarisasi profesional, ada 64 orang. Masing-masing ada 16 orang setiap kejuruan,” papar Ninik. 

Dia juga mengungkapkan, sejak dirinya memimpin disnaker sejak 2018 sudah melakukan berbagai pelatihan kerja untuk masyarakat Gresik. Hanya di tahun 2020 terkendala karena Covid-19. 

“Saya harap bisa menjadi peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) yang bersaing, dan membuka lapangan kerja baru, dan merekrut karyawan sekitarnya. Karena angka pengangguran di Gresik naik dan mayoritasnya dari lulusan SMK, maupun sarjana yang tidak sebanding dengan lapangan pekerjaannya,” pungkas Ninik. (nul)