Terapkan Inovasi IT Dalam Pendidikan, Surabaya Raih Penghargaan Ki Hajar 2019

Reporter : Redaksi - klikjatim

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo saat menerima Penghargaan Anugerah Ki Hajar 2019. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan Anugerah Ki Hajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Surabaya dinilai berprestasi dalam pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk kemajuan dunia pendidikan.

Penghargaan itu diserahkan kepada Wali kota Surabaya yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo, dalam acara Anugerah Ki Hajar di Jakarta pada Kamis (14/11/2019) malam.

BACA JUGA :  Pembangunan Jalan Duduksampeyan-Benjeng Mulai Digarap, Lebarnya 7 Meter

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo mengatakan, prestasi yang diraih Pemkot Surabaya tidak lepas dari perhatian dan peran Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini. Wali kota perempuan tersebut selalu mendorong perkembangan pendidikan untuk anak-anak Surabaya.

Ditambahkan, beberapa perhatian itu adalah menyediakan berbagai fasilitas dan ruang belajar untuk anak-anak. Seperti,  membuat Broadband Learning Center (BLC), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Wifi gratis di taman-taman kota, hingga Rumah Bahasa dan Matematika.

Pemkot Surabaya telah menerapkan 40 lebih inovasi yang berbasis TIK yang bermuara pada empat hal. Peningkatan kompetensi siswa, peningkatan kompetensi guru, peningkatan kualitas sekolah, dan juga ketersediaan layanan pendidikan bermutu.

“Contohnya, transaksi nontunai untuk realisasi penggunaan dana di SD dan SMP negeri Kota Surabaya terus berjalan,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya ini memastikan, Pemkot Surabaya akan terus berusaha untuk mengintegrasikan seluruh data sistem informasi Pendidikan dengan OPD di lingkungan Pemkot Surabaya. Di samping itu, pemkot berencana membuat semua administrasi dan layanan pendidikan berbasis IT.

BACA JUGA :  Jalan Raya Bojonegoro-Balen Bakal Diaspal, Pemkab Siapkan Anggaran Rp 80 Miliar

“Misalnya, administrasi kelas dan kurikulum. Dengan demikian, Pemkot Surabaya memiliki database yang terintegrasi dan memudahkan masyarakat,” ujarnya.

 Sejatinya, sejak tahun 2016, Pemkot Surabaya telah mengikuti Anugerah Ki Hajar. Pada tahun pertama itu, Pemkot Surabaya meraih Kategori Khusus.

Kemudian tahun 2017 dan 2018 meraih kategori utama atau yang tertinggi pada tingkat pemerintah daerah kota/kabupaten se-Indonesia. Lalu di tahun 2019 ini, Pemkot Surabaya kembali meraih kategori utama Anugerah Ki Hajar.

“Salah satu sebab kami mendapatkan penghargaan ini adalah ada program bersama dengan dinas lain. Diantaranya, sinkronisasi data kependudukan dengan Dispendukcapil Surabaya, Pencatatan aset sekolah dengan Bagian Layanan Pengadaan dan Pencatatan Aset Kota Surabaya, Anggaran OPD dengan Bagian Administrasi Pembangunan, eSurat dengan Dinas Kominfo, serta data kemiskinan dengan Dinas Sosial,” tandasnya. (don/bro)