Inilah Cara PM-JTB Untuk Peduli Masyarakat di Sekitar Migas Bojonegoro

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Puluhan warga yang tergabung Persatuan Masyarakat Jambaran – Tiung Biru (PM – JTB) membagikan 1.000 masker dan 1.000 telur secara gratis kepada pekerja proyek dan masyarakat sekitar. Pembagian tersebut dilakukan di tiga titik kawasan migas.

BACA JUGA :  Jembatan Cinta Nelayan dari PGN Saka Diresmikan

“Kami membagikan di tiga titik, yaitu di depan Gate 3, perempatan Desa Bandungrejo dan perempatan Desa Pelem, atau akses menuju proyek Gas JTB,” ujar Ngari selaku Ketua PM-JTB, Senin (20/9/2021)

Menurutnya, pembagian untuk membantu di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sekarang ini butuh peran serta elemen masyarakat untuk bersama-sama mengatasinya dengan slogan semangat yaitu “boikot dan melawan kerakusan korona”.

Ia mengatakan, pembagian masker gratis ini masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sehingga mereka bisa melindungi dirinya sendiri dan orang lain dari sebaran Covid-19. “Telur yang kami bagikan diharapkan bisa meningkatkan imun masyarakat,” katanya

“Kedepannya kami bisa menjembatani komunikasi persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat sekitar Lapangan Gas JTB, baik terkait keterlibatan konten lokal maupun program-program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR),” imbuhnya

Sementara itu Mantan Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Agus Susanto Risamanto menegaskan, hadirnya PM-JTB harus bisa memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak. Sebab, selama ini mereka telah merelakan sawah ladangnya untuk pengembangan migas Bojonegoro.

“75 persen pendapatan Bojonegoro sekarang ini itu dari DBH Migas. Artinya, pendapatan Bojonegoro ini diperoleh dari kerelaan hati warga-warga terdampak kegiatan industri migas,” kata Gus Ris, sapaan akrabnya

Lebih lanjut, seharusnya warga terdampak mendapat prioritas. Baik pelibatan konten lokal maupun program CSR. Karena semua itu telah diatur dalam Perda 23/2011 tentang percepatan pertumbuhan ekonomi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi serta pengolahan migas atau Konten Lokal dan Perda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

“Di aturan itu sudah dijelaskan konten lokal harus diutamakan, baik pelibatan tenaga kerja maupun peluang usaha. Begitu juga dengan CSR harus diperuntukkan kepada warga terdampak, tentunya penerima manfaat CSR harus masyarakat sekitar proyek,” pungkasnya. (bro)