Industri Yang Abaikan Karyawannya Positif Covid, Sanksi Denda Rp 100 Juta

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Kegiatan di salahsatu industri padat karyawan di Kecamatan Manyar

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik memperingatkan perusahaan yang mengabaikan karyawannya positif Covid-19 bakal dikenai sanksi denda. Sesuai Perbup 22/2020, perusahaan tersebut akan dikenai denda mulai Rp 25 juta hingga Rp 200 juta tergantung skala perusahaanya.

BACA JUGA :  Petrokimia Gresik Dukung Peningkatkan Ekonomi Nasional dengan Genjot Produktivitas Pertanian

Hal itu disampaikan Kadisnaker Gresik Ninik Asrukin terus saat dikonfirmasi terkait temuan salahsatu pabrik padat karya yang dilaporkan ada karyawannya positif Covid-19. Jika ada karyawan yang terpapar Covid-19, perusahaan wajib bertanggung jawab penuh kepada karyawannya. Sebagaimana dalam pasal 14 ayat 4 dan 5 Perbup 22 tahun 2020.

Dalam hal di lingkungan perusahaan terdapat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka seluruh kegiatan di lingkungan tersebut dihentikan dan pimpinan dan atau atau penanggungjawab peruhaan wajib menanggung biaya pengobatan pekerja atau karyawan.

“Dan Setiap pimpinan dan atau penanggung jawab perusahaan yang tidak melaksanakan kewajiban akan ada sanksi denda administrasi. Perusahaan kecil Rp25 juta, perusahaan sedang Rp 50 juta, dan perusahaan besar Rp 100 juta,” pungkasnya.

Ninik meminta industri menerapkan protokol kesehatan dalam menaggulangi penyebaran Covid-19 di Perusahaan Gresik. Dengan tiga unsur, pekerja, pemerintah dan pengusaha, pihaknya akan terus memonitoring perusahaan untuk melakukan protokol kesehatan di Pabrik-pabrik.

Dan untuk informasi ada kabar karyawan positit dari pabrik mie, pihaknya belum bisa memastikan tetapi pada intinya perusahaan harus mematuhi dan menjalankan Perbup 22 Tahun 2020. “Di pabrik mie itu sudah menjalankan protokol kesehatan, bahkan dikunjungi oleh Kapolda dan Gubernur Jatim tempo lalu, serta Kapolres meresmikan perusahaan tangguh di Pabrik anak perusahaan PT Wings Food di Kecamatan Manyar, Gresik,” pintanya.

BACA JUGA :  Update Covid-19 Gresik Tambah 17 Kasus, Satpol PP Sweeping Pelanggar Masker

Sementara itu Human Resources and General Affair (HRGA) PT KAS Gresik Peter Sindaru menjelaskan, tidak ada karyawannya yang terpapar positif virus Corona Covid-19. Pihaknya terus melakukan pencegahan protokol kesehatan di lingkungan perusahaan.

Menurutnya, perusahaan selalu melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan dan berpesan kepada karyawan untui proaktif memutus penyebaran Covid-19. “Semua karyawan tetap wajib pakai masker yang benar, sering mencuci tangan, menjaga jarak satu dengan yang lainnya,” katanya kepada klikjatim.com

Peter juga mewajibkan kepada karyawan intui disiplin kesehatan di Pabrik dan di Rumah. “Tetap disiplin menjaga kesehatan baik di pekerjaan maupun di rumah / kost. Hindari ke tempat tempat keramaian ( Mall, Pasar, Nongkrong Ngopi , Berkerumun, dsbnya),” paparnya. (mkr)