Imbas PPKM, Harga Komoditi Hortikultura di Jatim Tak Stabil

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Masyarakat (PPKM) hingga level 4 seperti saat ini juga berimbas pada kondisi komoditi hortikultura di Jawa Timur (Jatim). Ada sedikit hambatan pada distribusi produsen ke konsumen.

BACA JUGA :  Pembantu di Tulungagung Ditemukan Meninggal di Rumah Majikan

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo mengungkapkan bahwa telah terjadi fluktuatif harga pada komoditas hortikultura strategis selama PPKM. Namun, hal itu masih dapat dikendalikan.

“Ya betul (ada fluktuatif harga), namun masih terkendali dan nanti di bulan Agustus sampai dengan September beberapa komoditi memasuki puncak panen kedua, sehingga harga akan stabil,” ungkap Hadi, Jumat (30/7/2021).

Kendati demikian, namun di bulan Juli 2021 potensi ketersediaan hortikultura strategis di Jatim yakni bawang merah surplus 14.216 ton, cabai besar surplus 1.046 ton, dan potensi surplus cabai rawit 39.620 ton.

Sementara dari hasil survey lapangan pada minggu ke-3 bulan Juli 2021, sejumlah komoditas bawang merah dan aneka cabai mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan minggu ke-2 pada Juli 2021. “Besarnya kenaikan harga berkisar 7 persen pada masing-masing komoditas. Namun kenaikan harga khususnya pada komoditas cabai keriting masih relatif terkendali, yaitu berkisar 4 persen,” kata dia.

Sedangkan untuk bawang putih, lanjut Hadi, komoditas tersebut mengalami kenaikan harga yang relatif terkendali yakni berkisar 2 persen. “Secara umum, meningkatnya harga beberapa komoditi strategis tersebut disebabkan pada bulan Juli 2021 ini, utamanya disebabkan secara agronomis beberapa komoditi hortikultura strategis tersebut telah melewati masa puncak panen pertamanya yaitu di bulan April hingga Juni. Dan puncak panen berikutnya diperkirakan pada Agustus hingga September,” bebernya.

Lebih lanjut, kata dia, pada bulan Juli 2021 saat pemberlakuan PPKM masih ada potensi luas panen di Jatim untuk komoditi bawang merah yaitu seluas 2.852 hektar. “Untuk luas panen komoditi bawang putih seluas 118 hektar, luas panen cabai besar seluas 1.076 hektar, dan luas panen cabai rawit seluas 6.590 hektar,” tandasnya. (nul)