Ikut Campur Soal Kasus Persetubuhan Anak, Anggota Dewan Nur Hudi Ditegur DPD Nasdem

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Badan Advokasi Hukum (Bahu) Partai Nasdem Gresik, M Irfan Choirie (dua dari kiri) bersama Nur Hudi Didin Ariyanto (dua kanan) saat konferensi pers di kantor DPD Nasdem setempat, Jalan Veteran Gresik. (Koinul Mistono/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Gresik memberikan teguran kepada kadernya, Nur Hudi Didin Ariyanto yang telah ikut campur dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur dan akhirnya menjadi polemik. Kini, Anggota DPRD Gresik yang sempat menawarkan uang perdamaian kepada korban senilai Rp 500 juta hingga Rp 1 Miliar itu pun diminta untuk pasif.

BACA JUGA :  Barikade Gus Dur Sidoarjo Ikrar Menangkan Paslon Nomor 3 Kelana Aprilianto - Dwi Astutik

”Saran dari partai untuk kakak Hudi (Nur Hudi Didin Ariyanto, red) agar pasif dalam kasus ini, karena kita memang tidak diberi kuasa oleh para pihak,” ujar Badan Advokasi Hukum (Bahu) Partai Nasdem Gresik, M Irfan Choirie saat menggelar konferensi pers, Kamis (15/5/2020).

Dia juga mengakui bahwa hal ini sebagai teguran dari partai terhadap kadernya, Nur Hudi. ”Iya, karena dampaknya nanti ke partai. Yaitu dampak sosialnya ke partai politik,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Syuting 'Lara Ati' di Surabaya, Bayu Skak Sowan Pemkot

Selanjutnya terkait penawaran uang damai dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut tidak bermaksud mengintervensi proses hukum. Karena sejauh ini Nur Hudi pun tidak pernah mendatangi penyidik Polres Gresik untuk memohon sesuatu. Tetapi, yang dilakukan sebatas inisiatif pribadi dengan menemui pihak korban dengan ikut mengusahakan untuk memperjuangkan hak-haknya (korban) beserta calon bayi di masa depan.

”Kami baik badan advokasi hukum maupun kakak Hudi tidak ada upaya intervensi terhadap perkara, bahkan kami malah mendesak Polres Gresik untuk segera menuntaskan kasus ini dengan gamblang,” tandasnya. (rtn)