Hujan dan Medan Tanjakan Tak Halangi Reboisasi Blok Danau Kastoba Bawean

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Seorang mahasiswa melakukan penanaman pohon. Faiz/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik  –  Gerakan penanaman pohon di Blok Danau Kastoba Bawean digalakkan.  Kali ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort konservasi wilayah (RKW) 11 Pulau Bawean, masiswa dan mayarakat melakukan reboisasi.  “Penanaman pohon ini untuk menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki hidro-ologi hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsong serta melestarikan sumber daya air untuk masyarakat sekitar,” kata Ketua pelaksana BKSDA Nursyamsi  kepada klikjatim, Senin (14/12/2020).

BACA JUGA :  Banjir Pulau Bawean, Anggota Dewan Desak Bappeda Turun Lapangan

Mahasiswa yang terlibat beradal dari  Pecinta Alam (Mapala) Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Hasan Jufri Bawean. Mereka antusias meski di tengah gerimis hujan melanda.   

Nursyamsi mengatakan, memasuki musim hujan ini sangat diperlukan dilakukan reboisasi untuk mempertahankan kekayaan alam di Pulau Bawean.  Selain di Danau Kastoba,  reboisasi juga dilalkukan di Beto Celeng Dusun Padeleman Deesa Kelompanggubug Kecamatan Tambak.  Reboisasi ini  akan berlanjut ke blok Teneden, blok hutan Pamegetan, blok Tarip-tarip, dan blok cemedak.

“Total 1.000 Bibit Pohon yang terdiri dari pohon Gondang, Mahoni, Binong, dan Nyamplung yang mampu menghasilkan air dikemudian hari,” jelas Nursyamsi. 

Salah satu mahasiswa serta  peserta reboisasi dan anggota Mapala STAI Hasan Jufri Muhammad Rawi mengaku senang dan bangga dengan melihat belakangan ini banyak terjadi penebangan pohon liar di Pulau Bawean. 

“Semoga nantinya reboisasi ini dijaga oleh masyarakat dan dilindungi oleh BKSDA agar tidak banyak pohon yang ditumbang dan dijual oleh segelintir kelompok warga Bawean, ” tegasnya.  (rtn)