HPN 2021, Khofifah Soroti Citizen Journalism

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendorong agar para insan pers mampu menyajikan sebuah informasi yang memiliki kuantitas dan kualitas yang berimbang.

BACA JUGA :  Nilai Tukar Petani Jatim Pada Maret Turun 1,64 Persen

Menurutnya, pers harus melakukan reintrospeksi diri karena tantangan saat ini jauh lebih sulit dengan munculnya media sosial, dimana arus informasi begitu kuat dan gencar.

“Harus ada diferensiasi yang kontras antara pers dan media sosial. Terutama dari segi mutu penyajian informasi,” ujar Khofifah, Selasa (9/2/2021).

Saat ini, kata dia, masyarakat tidak hanya terpaku pada informasi yang disajikan melalui media cetak, media elektronik, maupun televisi. Namun, juga informasi yang beredar luas melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Youtube, dan Instagram.

Dan fenomenanya, saat ini banyak masyarakat yang kurang mempedulikan keabsahan informasi tersebut. Disebutkan Khofifah, mereka seringkali hanya sebatas membaca judul atau paragraf pertama. Padahal, tidak sedikit informasi yang disajikan itu berupa hoax dan ujaran kebencian yang mempengaruhi pola pikir masyarakat.

“Harus jujur diakui bahwa budaya literasi masyarakat kita masih rendah. Disinilah pekerjaan rumah utama insan pers yaitu memerangi informasi bohong yang beredar di masyarakat,” imbuhnya.

Memang, lanjutnya, tidak semua orang memiliki kepercayaan terhadap informasi media sosial. Masih ada orang yang memiliki komitmen untuk mencari dan melakukan klarifikasi melalui produk pers. Namun, perbandingan diantara keduanya masih sangat ‘jomplang’.

“Lebih banyak kelompok yang menelan informasi secara langsung daripada melakukan dan mencari klarifikasi untuk memastikan kebenarannya. Ini fakta,” tuturnya.

Pekerjaan rumah insan pers, tambah dia, bertambah berat dengan semakin maraknya bermunculan citizen journalism. Mereka melakukan aktivitas jurnalistik tanpa memiliki dasar jurnalistik dan mematuhi etika jurnalistik.

“Ini Ibarat masakan yang dimasak oleh bukan tukang masak. Tanpa dicicipi, masakan itu dibagikan ke orang lain. Bisa jadi, tampilan makanannya menarik, tapi rasanya belum tentu nikmat. Ini tantangan pers di masa kini,” ujarnya.

Khofifah berharap, Hari Pers Nasional 2021 mampu memberi semangat kepada seluruh insan pers untuk meneguhkan kembali eksistensinya. Mengingat, masyarakat sangat membutuhkan informasi yang nyata, akurat, objektif, dan bukan bukan propaganda kepentingan tertentu.  (bro)