Hindari Hoax, Polisi Ajak Pelajar Sidoarjo Selektif dengan Informasi

Polresta Sidoarjo saat memberikan pembinaan kepada siswa SMK. (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo-Aksi demo yang dilakukan pelajar di Sidoarjo cukup meresahkan. Polres Sidoarjo turun tangan memberikan bimbingan ke sekolah untuk memberikan bimbingan. Bahkan, pelajar diajak untuk lebih jeli dalam menerima informasi melalui digital.

Ajakan itu disampaikan Kepala Satuan Bina Masyarakat (Binmas) Polresta Sidoarjo, Kompol Sarwo Waskito saat mendatabgi sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sidoarjo.

“Kepada para pelajar kami himbau agar tidak mudah percaya berita Hoax, atau segala provokasi ajakan demo yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Kompol Sarwo saat di SMKN 1 Sidoarjo, Senin(7/10/2019).

BACA JUGA :  Mudah Terbakar, Semburan Lumpur Kutisari Dijaga 24 Jam Nonstop

Menurutnya, tugas pelajar adalah menuntut ilmu dan berbakti kepada orang tua dan guru. Kalangan pelajar menjadi ujung tombak dalam dunia pendidikan. Sehingga kedepannya bisa menjadi pengganti generasi sebelumnya untuk menjadi lebih baik lagi.

“Tugas adik-adik semua adalah menuntut ilmu dan berbakti kepada orang tua serta guru. Jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi,” pesannya.

Selain menyampaikan himbauan tersebut, ia juga menyampaikan himbauan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi kalangan pelajar. Pelajar, menurutnya sangat rentan sekali terbawa arus pergaulan. Sedangkan obat-obatan terlarang sangat membahayakan bagi masa depan pelajar.

“Jangan sampai salah pergaulan, waspada ajakan teman atau bujuk rayu terhadap penyalahgunaan narkoba. Jangan coba-coba mengkonsumsi narkoba. Agar masa depan kalian tidak hancur. Katakan tidak pada Narkoba,” tandasnya.

BACA JUGA :  Ketum PPP, Kakanwil Jatim dan Kepala Kemenag Gresik Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kamis (26/9/2019) lalu, ratusan pelajar di Sidoarjo terjaring razia polisi saat hendak melakukan aksi di DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya. Sedikitnya ada 117 pelajar yang terjaring di kawasan Aloha, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Mereka diamankan dan langsung dibawa ke kantor Polresta Sidoarjo untuk mendapatkan pembinaan. Sebagian besar mereka mengaku mendapat ajakan demonstrasi dari pesan digital. Meski demikian mereka berjanji tidak akan mengulangi kembali. (don/mkr)