Hilangnya BB di Mapolsek Bangil Masih Misteri, LBH Akan Lapor Ke Kompolnas Dan Mabes Polri

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Direktur LBH Pijar Nusantara, Lujeng Sudarto.

KLIKJATIM.Com |Pasuruan – Hilangnya barang bukti di Mapolsek Bangil masih menjadi misteri. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijakan Rakyat (Pijar) Nusantara berencana akan melaporkan kasus tersebut karena diduga ada “permainan” dalam perkara tersebut. 

“Jika perkara itu dinyatakan P21 oleh penyidik, seharusnya berkas perkara dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Direktur LBH Pijar Nusantara, Lujeng Sudarto, Kamis (23/7/2020).

Bahkan, ia mengancam akan membawa perkara ini ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Inspektur Pengawas Umum (Irwasum) Mabes Polri. Tidak hanya itu, ia pun meminta lembaga di atas Polres Pasuruan seperti Polda Jatim, Irwasum, dan Kompolnas untuk mengaudit kinerja penyidik Polres Pasuruan.

“Kalau penegak hukum semacam itu. Tentunya hukum akan dijadikan alat kepentingan, lalu dimana kata dihadapan hukum derajatnya sama,” sindirnya.

BACA JUGA :  Kapten Persik Kediri Minta Jaminan Kesehatan Pemain

Lujeng menilai ada kejanggalan dalam kasus tambang ilegal ini. Pasalnya, dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita belasan alat berat dari lokasi tambang. Kabarnya, kata Lujeng, jika barang bukti alat berat kasus tambang sirtu ilegal ini dipinjam pakaikan oleh pihak kepolisian kepada para pemiliknya maka nantinya dikhawatirkan alat berat tersebut akan digunakan lagi untuk kejahatan yang sama.

BACA JUGA :  Warga Pandaan Hajar Residivis Hingga Babak Belur Gara-gara Ini

“Kami akan terus mengawasi jalannya proses hukum terhadap kasus tambang sirtu ilegal ini sampai adanya putusan pengadilan,” ujarnya.

“Jika memang penegakan hukumnya tegas, saya yakin pasti tidak ada lagi aktivitas penambangan sirtu illegal,” imbuhnya. (bro)