Hiburan Gubernur Khofifah di Tempat Isolasi Ternyata Lihat Drama Korea, Juga Sempat Kepikiran Singhasari

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Gubernur Khofifah sedang menjalani isolasi mandiri usai terkonfirmasi positif Covid-19. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Selama menjalani isolasi mandiri akibat terpapar virus corona atau Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ternyata mengisi waktu senggangnya dengan nonton film drama korea (drakor). Untuk hiburan salah satu film yang disukainya adalah berjudul ‘Start-Up’. Pasalnya film tersebut diakui sangat menginspirasi untuk menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari seperti Sandbox.

BACA JUGA :  Sejumlah Proyek Besar di Gresik Digarap Grup PT Tripalindo

Sekedar diketahui, Sandbox dalam film ‘Start-Up’ digambarkan sebagai wadah untuk para calon pengusaha. Lalu mereka juga mendapat bimbingan dari senior, investor, dan kantor untuk mengembangkan usaha rintisan. 

Khofifah pun menjelaskan, film Start-Up adalah drama Korea yang menceritakan lika-liku kehidupan anak muda dalam merintis bisnis. Film ini dibintangi Nam Joo Hyuk, Suzy, dan Kim Seon Ho.

Start Up memiliki plot cerita yang menarik dan sangat cocok untuk ditonton berbagai generasi, terutama anak muda. “Saya sempat nonton. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film itu. Mulai dari soal kegigihan dalam berjuang, kerja keras dan kejujuran, kerja sama, berani ambil risiko, pentingnya investasi, dan lain sebagainya,” papar Khofifah dalam siaran persnya yang diterima klikjatim.com, Senin (4/1/2021).

Khofifah mengaku, sebenarnya dia jarang sekali menonton film, termasuk drakor. Namun dirinya berusaha untuk menyempatkan menonton film jika kontennya menginspirasi, di sela-sela waktu senggang usai seharian beraktivitas. Terlebih saat ini dirinya sedang menjalani isolasi mandiri setelah divonis terinfeksi Covid-19 per 1 Januari 2021 lalu.

Menurutnya, drakor dengan tema tertentu bisa menjadi salah satu referensi menuju kemajuan Jatim. Contohnya film Start Up. Karena film tersebut sangat signifikan untuk mendorong milenial Jatim agar terus berusaha dengan kerja keras dan profesinal.

“Drakor tidak melulu soal cinta dan romansa. Banyak genre lain yang juga punya cerita dan pesan moral yang kuat. Salah satunya ya ini, Start Up,” imbuhnya. 

Sebab itu, Khofifah menyebut saat ini Pemprov Jatim tengah berupaya membangun sebuah kawasan mirip Sandbox seperti dalam drakor “Start Up” yang disebut sebagai Silicon Valleynya Korea Selatan. “Saat ini ada private sector di Jatim yang tengah membangun KEK Singhasari di Kabupaten Malang. Saya berharap besar bahwa nantinya KEK Singhasari mampu menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia, melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi),” paparnya.

KEK Singhasari adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Keberadaan Techno Park di kawasan tersebut nantinya akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat, supaya bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produknya melalui start up. Sehingga bisa bersaing di era industri 4.0 bahkan 5.0.

“Semoga nantinya dari KEK Singhasari ini akan lahir unicorn-unicorn baru Indonesia dari Jawa Timur, yakni start up yang memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar,” tandasnya. (nul)