Harga Jual Tembakau Bojonegoro Anjlok

Nurhadi, petani di Bojonegoro saat menjemur tembakau. (M Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Harga jual tembakau jenis virginia di Kabupaten Bojonegoro turun drastis. Jika tak ada kenaikan harga selama musim kemarau ini, petani khawatir akan merugi.

Nurhadi, petani tembakau di Desa Drajad, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro mengatakan, penurunan harga jual tembakau rajang kering itu terjadi sejak seminggu terakhir. Sebelumnya, 1 kilogram tembakau rajang kering dihargai Rp 33 ribu.

“Sekarang turun tinggal Rp 21 ribu,” katanya, di Bojonegoro, Sabtu (5/10/2015).

BACA JUGA :  ASN di Gresik Bakal Dibangunkan Rusun

Nurhadi menjelaskan, daun tembakau saat ini di pohon dibagi menjadi tiga. Daun bagian bawah, bagian tengah dan atas. Saat ini daun yang dipetik petani di bagian tengah. Artinya, kualitas daun tembakau di bagian tengah pohon merupakan yang paling baik kualitasnya. Sayangnya, harga jualnya justru malah anjlok.

“Kalau daun di bagian bawah sebelumnya harganya Rp 26 ribu 1 kilogram, sekarang tinggal Rp 15 ribu,” jelasnya.

Nurhadi tidak tahu pasti sebab anjloknya harga tembakau. Padahal, kata dia, sekarang juga masih kemarau panjang. Dia sangat khawatir akan merugi jika harga jual tembakau tidak stabil.

BACA JUGA :  Disuntik Impor, Kebutuhan Daging Jelang Natal dan Tahun Baru Aman

Nurhadi menambahkan, saat ini para petani hanya bisa pasrah sambil berharap harga akan stabil. Dia juga berharap pemerintah turun tangan ikut menstabilkan harga jual tembakau.

“Kalau kami petani, ya, hanya bisa pasrah. Kalau rugi terus belum tentu tahun depan tanam tembakau lagi,” pungkasnya. (fif/mkr)