Harga Ikan Anjlok, Nelayan Bawean Menangis

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik–Sejak pandemi covid-19 atau virus corona menyebar, harga ikan lain terus turun. Nelayan yang paling merasakan kerugian. Sebab, biaya operasional melaut tak sebanding dengan harga jual ikan tangkapan.

Ali Luhan (45) nelayan asal Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kepulauan Bawean Kabupaten Gresik mengatakan, harga ikan menurun drastis sejak mewabahnya virus corona.

“Luar biasa dampaknya bagi nelayan, bukan lagi merugi, nelayan menangis,” katanya kepada klikjati.com, Minggu (12/4/2020).

BACA JUGA :  Demi Pasuruan Menjadi 'Madinah', PPP Siap All Out Buat Gus Ipul-Mas Adi

Dijelaskan Ali, sebelumnya harga ikan tongkol yang bayak dijual nelayan Bawean Rp 25 ribu per ekor. Namun, saat ini harga ikan tongkol anjlok tinggal Rp 10 ribu per ekornya.

“Biaya melaut tidak sesuai dengan harga jual ikan tangkapan,” ujar Ali.

Menurunnya harga ikan laut itu dibenarkan Pemkab Gresik. Kasi Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Zainal Abidin menjelaskan, banyak rumah makan dan restoran yang biasanya membeli ikan nelayan dari Bawean tutup.

BACA JUGA :  Sembilan Jamaah Sabu Asemrowo Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Buru Bandar dan Kurirnya

“Sehingga otomatis harga ikan turun, orderan nelayan sepi,” katanya.

Dikatakan, harga lobster besar di Bawean sebelumnya Rp 600 ribu per kilogram. Sekarang harganya hanya kisaran Rp 200 rb. Begitu untuk udang putih dari Rp 100 ribu menjadi Rp 40 ribu. Sementara udang budidaya sebelumnya Rp 80 ribu menjadi Rp 50 ribu. (mkr)