Hanya Dianggarkan Rp 5 Juta, Atlet Panahan Bangkalan Beli Peralatan Sendiri

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Saat Atlet Panahan melakukan rutinitas latihan di depan GOR Bangkalan. (Suryadi Arfa/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bangkalan—Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Bangkalan hanya menerima anggara Rp 5 juta tahun 2020. Padahal, Maret 2021 mendatang para atlet panah Bangkalan itu akan berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim.

BACA JUGA :  Dewan Surabaya Bakal Anggarkan Produksi Obat Covid-19 Temuan Unair

Meski hanya digelontor anggaran minim, namun para atlet yang tergabung dalam Perpani Kabupaten Bangkalan tetap berlatih serius tiap Sabtu dan Minggu. Mereka menggunakan alat panah dari hasil beli sendiri.

Pelatih penah Perpani Bangkalan, Soni Sutanto mengatakan, selama ini belum ada perhatian Pemkab Bangkalan untuk cabang olahraga (cabor) Perpani. Di tahun ini, Perpani hanya diberikan uang pembinaan senilai Rp 5 juta.

“Untuk alat panah kita membeli dengan swadaya sendiri, masih belum ada perhatian pemerintah. Kita hanya dapat anggaran Rp 5 juta tahun ini,” katanya saat diwawancari klikjatim.com di sela-sela latihan panah di Halaman GOR Sultan Abdul Karim, Bangkalan, Senin (12/10/2020).

Padahal, untuk mengasah kemampuan atlet Perpani rutin menggelar latihan di Stadion Karapan sapi di Bangkalan. Namun saat ini, stadion itu masih digunakan oleh karapan sapi dalam persiapan kualifikasi Piala Presiden.

“Jadi sementara kita latihan di GOR Bangkalan, sambil mempersiapkan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa timur di surabaya,” jelasnya.

Diketahui, 10 atlet sudah disiapkan untuk menghadapi Popda Jawa Timur  yang akan dilaksanakan Maret 2021 di Surabaya.

Menanggapi minimnya anggaran untuk cabor panahan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangkalan, Fauzan Jakfar mengungkapkan, terbentuknya Perpani di Madura barat itu, setelah penetapan anggaran pembinaan kepada seluruh cabor yang ada di Kabupaten Bangkalan. 

“Jadi untuk tahun ini tidak seberapa karena masih baru, Nanti akan kita maksimalkan pada tahun 2021. Sehingga anggaran itu hanya Rp 5 juta,” ungkapnya.

Mantan ketua KPUD kabupaten Bangkalan itu juga menambahkan, panahan terbentuk saat dirinya menjabat sebagai Ketua KONI di kabupaten Bangkalan.

“Sekitar 3-4 bulan yang lalu. Memang dilihat dari sisi sarana prasarana kita masih jauh kekurangan, jadi perlahan dan bertahap kita akan mengusahakan,” paparnya.

Lanjut Fauzan, ternyata Perpani di Bangkalan mendapat banyak respon positif dari seluruh masyarakat terbukti walaupun baru atletnya sudah banyak dan antusias masyarakat untuk menjadikan anaknya atlet panahan di kabupaten Bangkalan.

“Semoga ke depan bisa membawa medali di Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) tahun 2022,” tutupnya. (mkr)