Gus Menteri : BUMDesa Jangan Jadi Kompetitor Usaha Warga Desa

Reporter : Redaksi - klikjatim

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar saat melakukan kegiatan kunjungan kerja. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) harus bersinergi dengan usaha warga. Selain itu juga menjadi konsolidator sekaligus motor penggerak perekonomian lokal desa.

BACA JUGA :  Ponorogo Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Penentuan Syawal

Di sisi lain, Gus Menteri, panggilan kesayangan Tenaga Profesional Pendamping Indonesia juga mengungkapkan komitmennya akan menaikkan honor pendamping lokal desa yang menjadi motor program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) dalam mengawal penyaluran dana desa. “BUMDesa mesti menjadi motor penggerak perekonomian desa serta warga desa. Karena dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, maka BUMDesa mesti mampu menjadi konsolidator usaha warga serta mendorong usaha warga desa berkembang,” kata Gus Menteri lewat siaran persnya, Sabtu (5/6/2021).

Dia memberikan peringatan khusus kepada pengurus BUMDesa, agar sebisa mungkin mencegah institusi serta bidang usahanya menjadi pesaing usaha yang dirintis warga. “BUMDesa jangan sampai menjadi kompetitor usaha warga desa, mesti menjadi trigger dan motor penggerak serta inisiator dan motivator usaha warga desa,” tegas mantan Ketua DPRD Provinsi Jatim itu.

Halim mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya keras agar honor pendamping lokal desa bisa dinaikkan dalam waktu tidak lama lagi. “Kemendesa sedang berupaya keras agar honor para PLD sebagai ujung tombak P3MD bisa naik, karena hal ini menjadi pemikiran Kemendesa agar kebijakan tersebut (honor PLD naik) segera bisa terwujud. Ini semua sebagai bentuk apresiasi atas kinerja PLD secara nasional,” tegasnya.

Secara khusus, politikus PKB ini juga menyampaikan, pihaknya tengah serius mengupayakan tentang proses survei pendataan SDGs Desa. Sehingga bisa terlaksana secara menyeluruh di semua desa yang berjumlah 74.517 dan 919 desa berstatus nagari di Sumatra Barat.

“Survei data Sustainble Development Goal’s (SDGs) Desa bila berhasil dengan baik akan menjadi big data nasional yang bisa digunakan semua sektor alias multisector agar mencegah data ganda serta tidak valid,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Lamongan, Yuhronur Effendi mengapresiasi atas kehadiran Menteri Desa PDTT di Lamongan dan berkenan turun langsung memantau kondisi desa. “Alhamdulillah Gus Menteri Desa sudah berkenan meninjau jauh ke pelosok Desa Kendal dan memantau keberadaan BUMDesa di sini. BUMDesa di Lamongan harus bisa bersinergi dengan program-program Pemkab Lamongan, khususnya Bela Beli produk asli Lamongan agar ekonomi lokal bisa bergerak di masa pandemi Covid-19,” kata Yuhronur.

Kepala Desa Kendal, Rois Purwo Nugroho tidak bisa menutupi kegembiraannya terkait kedatangan Gus Menteri Desa PDTT ke Desa Kendal. “Pemdes Kendal sangat terkejut dan tidak menyangka dengan kedatangan Gus Menteri di pelosok desa pinggiran Kabupaten Lamongan. Ini semakin meneguhkan jargon Pak Presiden Jokowi, yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” tutur Rois.

Seperti diketahui, Menteri Desa PDTT beserta rombongan berkunjung ke Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan untuk meninjau BUMDesa serta Taman Wisata Bahagia Mahoni. Dalam kunjungan itu, Gus Menteri Desa PDTT melakukan dialog dengan pemerintah desa, pengurus BUMDesa setempat, serta warga.

Selain itu juga akan diserahkan sertifikat SDGs desa kepada pemerintah desa yang telah menuntaskan kerjanya serta kepada Perwakilan TPP P3MD Lamongan. Desa Kendal pada 2020 lalu meraih peringkat pertama dalam program Desaku Pintar di Kabupaten Lamongan.

Taman Wisata Bahagia Mahoni ini merupakan implementasi dari visi Desa Kendal sebagai Desa Literasi. Melalui Cafe Literasi dengan jargon No WiFi, Please Interaksi, para pengunjung khususnya anak-anak dipaksa harus membaca buku dan berinteraksi dengan sesama pengunjung lainnya. Ada pula anak yang sekolah alam dipandu para pemuda pemudi karang taruna, sementara orang tua terpisah dengan sesama pengunjung lainnya sambil menikmati menu hidangan yang dipesan dari Cafe Literasi. (nul)