Gubernur Serahkan Ventilator ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sidoarjo

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Gubernur Jatim Khofifah menyerahkan 15 ventilator kepada 10 RS rujukan di sidoarjo

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur menyerahkan ventilator kepada sejumlah rumah sakit rujukan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (16/9/2020). Ada 10 RS rujukan Covid di Sidoarjo yang menerima bantuan 15 alat bantuan pernafasan atau ventilator tersebut yang diserahkan Khofifah di Pendopo Delta Wibawa.

BACA JUGA :  Uang Denda Sanksi Pelanggar Covid-19 di Gresik Untuk Beli APD

Ke-10 RS rujukan yang menerima bantuan ventilator masing-masing RS Siti Hajar mendapatkan 2 ventilator, RS Mitra Keluarga Waru 2 ventilator, RS. Siti Khotijah 3 ventilator, RS Anwar Medika 2 ventilator, RS Citra Medika 1 ventilator, RS. Pusdik Bhayangkara Porong 1 ventilator, RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan 1 ventilator, RS. Arofah Anwar Medika 1 ventilator, RS Al Islam Haji Muhammad Mawardi 1 ventilator dan RS Rahman Rahim 1 ventilator.

Dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa juga meyerahkan bantuan 16.000 masker kepada koordinator kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana. Selain itu juga diserahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dan BUMDes.

Gubernur Khofifah mengatakan ventilator tersebut merupakan bantuan dari USAID melalui Kementerian Kesehatan. Totalnya ada 210 ventilator yang didapat Jawa Timur. Ventilator-ventilator itu akan dibagikan kepada rumah sakit rujukan Covid-19 yang membutuhkan dan yang telah mengajukan bantuan alat tersebut. Bantuan akan diserahkan secara bertahap.

“Sekarang kita bagi untuk Kabupaten Sidoarjo, kabupaten kota Mojokerto serta kabupaten kota Pasuruan,”ucapnya.

Dijelaskan, jumlah bantuan yang diberikan antar rumah sakit tidak sama. Tergantung kebutuhan rumah sakit yang disesuaikan dengan tempat ICU nya maupun SDM nya. Semisal jumlah dokter spesialis maupun tenaga operasional alat tersebut.

BACA JUGA :  Bandar Sabu-sabu Kediri Kota Diringkus Polisi di Warkop

Plh. Bupati Sidoarjo Drs. Achmad Zaini MM mengatakan, bantuan tersebut akan sangat bermanfaat bagi tingkat kesembuhan pasien Covid-19. Oleh karenanya dirinya mengucapkan terimakasih atas bantuan ventilator tersebut. Menurutnya upaya menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19. Pelanggar protokol kesehatan Covid-19 akan dikenakan sanksi denda Rp 150 ribu bagi masyarakat yang tidak memakai masker.

Apabila tidak sanggup membayar, kata dia, diganti dengan kurungan penjara selama tiga hari. Sanksi yang lebih berat diberikan kepada pengelola tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dendanya bisa sampai Rp. 100 juta. Atau bahkan pencabutan izin usaha.

“Mudah-mudahan dengan operasi yustisi itu menimbulkan kedisiplinan yang tinggi masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19,”ucapnya. (hen)