Gontor Jadi Klaster Covid-19, Forkopimda Jatim Antar Langsung Bantuan

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan kepada pengurus Ponpes Gontor. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Sebelas santri Ponpes Modern Darussalam Gontor 2 Ponorogo dinyatakan terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu. Merespon hal itu, Jajaran Forkopimda Jatim langsung sowan dan menyalurkan bantuan alat penegakan protokol kesehatan, Jum’at (10/7/2020).

BACA JUGA :  DPRD Surabaya Dorong Pemkot Refocusing Anggaran Rp 1,3 T untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan dari Forkopimda Jatim kepada pondok agar para santri, pengajar, dan pengasuh tetap terlindungi dari virus berbahaya ini.

“Hari ini kami silaturrahim ke pengasuh Pondok Modern Gontor untuk sama-sama mencari solusi agar perlindungan pada santri dan semua elemen di pesantren bisa berjalan dengan baik. Kami bergotong royong mengatasi masalah ini agar kita bisa segera keluar dari pandemi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Blanko Sudah Tersedia, Warga Bojonegoro Bisa Urus E-KTP

Ia juga berpesan, agar pihak pondok turut mendukung upaya pemerintah dalam memutus penyebaran covid-19, terutama di lingkungan pondok. Hal itu dilakukan agar percepatan penanganan Covid-19 di Jatim bisa maksimal.

“Semua upaya telah dilakukan pemerintah, kami mohon dukungannya, semua ikut serta menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol M. Fadli berharap upaya yang dilakukan Forkopimda ini bisa efektif dan terukur dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Hari ini kami forkopimda Jatim berkunjung ke Pondok Pesantren Pondok Modern Darussalam Gontor 2 untuk memberi dukungan. Kemarin tim kuratif sudah turun begitu juga dengan Dokkes Polda dan Kodam juga sudah turun ke sini untuk memberikan bantuan agar langkah-langkah yang tepat dapat kita maksimalkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, bantuan yang diserahkan diantaranya 10 ribu kotak masker dan 1.500 alat rapid test dari gubernur. Kemudian, 1 ton beras, 150 kilogram gula pasir, dan 150 liter minyak goreng dari Kapolda Jatim. Selain itu, juga 2 ribu kotak masker dan 50 thermo gun dari Pangdam V Brawijaya serta 10.000 pcs masker dan sebanyak 100 paket sembako dari Pemprov Jatim. (bro)