Gelaran Pilkades Serentak di Sidoarjo, Kontestan Pasutri Hingga Pj Bupati Gunakan Hak Pilihnya

Reporter : Catur Rini - klikjatim.com

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono bersama istri saat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkades Serentak Tahun 2020, Minggu (20/12/2020). (ist)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Sebanyak 173 desa di Kabupaten Sidoarjo menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2020, Minggu (20/12/2020). Di antara para calon kepala desa (Cakades) yang berkontestasi ini ternyata diikuti oleh pasangan suami istri (pasutri), yaitu salah satunya di Desa Pertapan Maduretno, Taman.

BACA JUGA :  Tambah Lima Orang, Sementara Ada 60 ODP Bojonegoro Per 3 April 2020

Pasutri yang sedang menjadi kontestan adalah Heru Sutiyo dan Siti Nur Hayati. Cakades nomor urut 1 Heru Sutiyo adalah calon petahana, yang ditantang oleh istrinya sendiri Siti Nur Hayati sebagai cakades nomor urut 2.

Selain pasutri yang ikut menjadi kontestan, dalam kesempatan ini Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono juga tampak menggunakan hak pilihnya di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin. Dengan didampingi istrinya, Pj Bupati datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 sekitar pukul 11.00 WIB.

“Di (Pilkades) Sidoarjo ini TPS-nya ada 1.384 TPS, dan ini kita pastikan Sidoarjo telah memenuhi kriteria satu TPS tidak lebih dari 500 pemilih,” ujar Cak Hud, sapaan akrab Pj Bupati Sidoarjo. 

Pelaksanaan Pilkades serentak kali ini juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 dengan ketat. Salah satunya membatasi jumlah pemilih di setiap TPS, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 141/5483/BPD tertanggal 10 Desember 2020. 

Dijelaskan, teknis pelaksanaannya seperti yang diterapkan pada pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Sidoarjo kemarin. Mulai dari mewajibkan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk TPS, pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermogun serta pemberian sarung tanggan plastik.

Setelah itu pemilih baru diberikan surat suara untuk dapat mencoblos. Petugas pemungutan suara pun sebelumnya dilakukan rapid test terlebih dahulu.

Dia berharap kepada kades terpilih nantinya dapat memiliki konsep pendekatan pelayanan ke masyarakat. Karena kuncinya adalah paham kebijakan, pemerintahan serta manajemen tata kelola pembangunan di Sidoarjo. Dan dirinya melihat kualitas SDM Cakades saat ini sangat bagus. Terbukti 50 persen Cakades yang ikut merupakan lulusan SMA sampai sarjana.

“Konsep pelayanan yang baik itu bagaimana kita melakukan pendekatan pelayanan ke masyarakat,” Menurutnya. (nul)