Gelandangan dan Pengemis Asal Bojonegoro, Tuban dan Lamongan Penuhi Gresik *Terjaring Razia Saat PSBB Jilid II

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Para gepeng asal Bojonegoro saat didata oleh petugas Satpol Pp Gresik yang akan dikembalikan ke daerah asalnya di GKB Gresik. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Puluhan gelandang dan pengemis (gepeng) di Kabupaten Gresik terjaring razia Satpol PP dan polisi. Gepeng yang mayoritas berasal dari luar daerah Gresik ini langsung dipulangkan ke daerah asal.

Razia dilakukan di wilayah Bundaran Gresik Kota Baru (GKB) menjelang bukan puasa, Kamis (14/5/2020). Selain dari Gresik mayoritas gepeng berasal dari Kabupaten Bojonegoro, Lamongan Tuban dan Ngawi. Ada juga yang dari Kabupaten Rembang, Jateng.

“Ada sekitar 50 gepeng yang yang terjaring razia dan langsung kami pulangkan ke daerah asal,” kata Assisten Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gresik, Tursilowanto Hariogi, Kamis (14/5/2020).

BACA JUGA :  Di Banyuwangi Ada Layanan Pemeriksaan Gratis untuk Hewan Ternak, Tim Rutin Keliling ke Pelosok Desa

Tursilo mengatakan, dari 50 gepeng yang diamankan itu, ada beberapa gepeng asal Gresik yang telah berkali-kali diamankan. Namun, kembali melakukan aktifitas yang mengganggu ketertiban umum.

“Istilahnya mereka pemain inti. Artinya berkali-kali diamankan dan selalu mengulangi lagi,” terang dia.

Dijelaskan Tursilo, gepeng asal luar daerah akan dipulang langsung. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal gepeng itu melakukan pemulangan. Sementara untuk gepeng asal Gresik akan dipulangkan ke desa masing-masing melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

“Semua gepeng kami berikan bingkisan. Meskipun bukan berasal dari Gresik juga kami berikan sebagai kepedulian Pemkab Gresik,” tuturnya.

Salah satu gepeng yang terjaring razia petugas itu Nyonirah (60) asal Kapas, Bojonegoro. Dia sudah lebih dari 10 tahun di Gresik, namun alamat tinggalnya di Bojonegoro. Selama di Gresik, awalnya dia bekerja sebagai pemulung sampah.

 “Awalnya saya cari sampah, dan jalan sendiri hingga jadi gini mas,” katanya.

BACA JUGA :  Anak Lahirkan Bayi, Ayah Kandung Laporkan Ayah Tiri

Kasat Pol PP Abu Hasan menambahkan, para gepeng ini bekerja musiman. Mereka yang biasanya bekerja sebagai pemulung. Lantaran sepi mereka akhirnya mengemis. Aktifitas para gepeng ini sangat mengganggu lalu lintas dan aktifitas masyarakat di Gresik sehingga petugas melakukan penertiban.

“Ini fenomena baru. Mereka yang semula pemulung karena sepi beralih mengemis,” ujarnya.

Dikatakan Abu, penertiban yang dilakukan Pemkab Gresik ini untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi di Gresik saat ini sedang masa penerapan pemebatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Ini juga bagian dari upaya kami mencegah persebaran covid-19 di Kabupaten Gresik,” tutup Abu Hasan. (mkr)