Gara-gara Bermasker Pemuda ini Diseret Polisi Gresik

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Achmad Hafed didampingi petugas kepolisan saat menjalani proses hukum di Polres Gresik. Faiz/klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Masker bermanfaat untuk pelindung diri dari penularan Covid-19. Namun bagi Achmad Hafed (28) marker bisa juga untuk menyembunyikan sabu-sabu. Namun sial, polisi masih saja mengetahui modusnya dan Hafed pun digelandang petugas Polres Gresik.       

BACA JUGA :  Tawuran Remaja di Sukomanunggal Surabaya Sudah 3 Kali Pecah, Gangster Kah?

Pemuda asal Sombo Kelurahan Sidotopo Semampir Surabaya ini semula henda mengantarkan satu poket sabu-sabu di Kota Santri. Saat melintas di Jl Veteran, polisi mencegatnya.    Mulanya Hafed seolah tak punya dosa. Dia bertanya kepada petugas yang memberhentikannya. “Salah saya apa,” katanya. 

Polisi pun melakukan penggeledahan. Dan menemukan poket sabu dibalik masker hitamnya. Tanpa membuang banyak watu dia pun diseret ke Mapolres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto membenarkan anggotanya telah menggagalkan peredaran sabu di wilayah hukumnya.  “Benar, pelaku telah diringkus anggota lantaran kedapatan memakai masker.

Namun didalam masker yang dipakainya terdapat satu plastik klip berisi sabu siap edar,” ungkap alumni Akpol 2001 itu, Senin (1/3/2021).

Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan, dari tangan pelaku sabu dengan berat timbang 0,32 gram.  Serta barang bukti  masker hitam dan satu handphone merk Redmi Note 3 warna putih diamankan.

Kini tersangka Achmad Hafed dipaksa menghuni jeruji besi dijerat Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika diancam mendekam minimal empat tahun didalam penjara.(rtn)