Gagasan Presiden Soal Kemitraan UMKM dengan Perusahaan Direspon Pemkab Banyuwangi, Begini Tanggapan Sekda

Reporter : Apriliana Devitasari - klikjatim.com

Para pejabat di lingkungan Pemkab Banyuwangi mendengarkan pidato Presiden RI, Jokowi secara virtual. (ist)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar semua Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia mengalami peningkatan kelas dengan cara menjalin kemitraan dengan perusahaan besar. Diketahui sebelumnya, hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat sambutan pada acara Penandatanganan Kerja Sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM, Senin (18/1/2021) kemarin.

BACA JUGA :  Hanya Lima Hari, Petugas Gabungan Sudah Catat 27.657 Kali Operasi Yustisi di Gresik

“Bentuk kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar ini sangat diperlukan UMKM agar bisa tumbuh kompetitif dan turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Jokowi saat itu.

Masih kata presiden, jajaran terkait pun diminta untuk menjamin agar kontrak kerja yang ditandatangani sejumlah pihak bisa memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dan langkah pertama yang dapat dilakukan, yaitu dengan memastikan kerja sama tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

“Pertama, kontrak kerja antara UMKM dan usaha besar ini harus berlangsung secara berkelanjutan. Kedua, lewat kerja sama ini diharapkan UMKM dapat terus belajar dan meningkatkan manajemen dan kualitas produknya sesuai dengan harapan pasar. Ketiga, kemitraan tersebut harus diperluas dan dilembagakan hingga terbentuk pola relasi yang saling menguntungkan antara UMKM dengan perusahaan-perusahaan besar,” jelas Presiden Jokowi.

Selanjutnya menanggapi gagasan itu, Pemkab Banyuwangi menyatakan siap mendukung program yang seiring dengan konsep pemulihan ekonomi daerah sebagai dampak pandemi. Dengan tegas, Pemkab Banyuwangi juga siap menindaklanjuti agar UMKM di daerah setempat bisa naik kelas.

“Ini sejalan dengan program pemulihan ekonomi di Banyuwangi pada tahun ini. Salah satunya, kami fokus untuk meningkatkan kelas UMKM. Meningkatkan kualitas produk, manajemen pemasarannya untuk memperluas daya jangkau pasarnya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Mujiono. 

Menurutnya, saat ini beberapa UMKM di daerah setempat sudah ada yang berkolaborasi dengan PMDN. Di antaranya UMKM produk hasil olahan dan aksesoris. “Nanti akan kami pilah lagi mana-mana yang berpotensi untuk dikolaborasikan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie mengaku, pihaknya sudah memfasiltasi kerja sama antara UMKM dengan sejumlah PMDN. “Beberapa waktu lalu, kami juga telah bertemu dengan Permodalan Nasional Madani (PNM), yaitu BUMN yang melayani permodalan. PNM mengadakan pelatihan-pelatihan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi & UMKM terkait pengurusan perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT),” paparnya.

“PIRT ini sangat penting, khususnya bagi para pedagang online, terutama untuk produk makanan. Dalam satu tahun, pelatihan-pelatihan ini diikuti puluhan pelaku UMKM,” tambah Nanin. (nul)