Festival Ekonomi Syariah Jatim Digelar Oktober 2020, Gubernur : Jadi Momen Pemulihan Ekonomi Indonesia

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Wapres dan Gubernur Khofifah saat Kick Off 7th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 secara virtual. (ist)

KLIKJATIM.Com | Batu – Penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2020 akan menjadi momentum pemulihan ekonomi nasional. Hal itu diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa di Ballroom Hotel Amarta Hills Kota Batu, Jum’at (7/8/2020).

Menurutnya, ajang ini bisa menjadi salah satu stimulus di tengah pandemi Covid-19. Jika dalam suasana sulit seperti sekarang, maka harus ada berbagai upaya kreatif dan inovatif untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap bahwa FESyar 2020 ini bisa menjadi stimulus bagi proses pemulihan perekonomian di Indonesia,” ujar Khofifah.

BACA JUGA :  Ayo Siap-siap!! Tes SKB CPNS Digelar Antara September hingga Oktober, Peserta Wajib Rapid Tes

Dalam penyelenggaraan ekonomi syariah di Jatim secara aktif telah dilakukan di berbagai aspek. Mulai dari produk fashion, makanan halal, hotel dan wisata syariah, UMKM, produk pertanian hingga perbankan syari’ah.

“Mudah-mudahan FESyar 2020 ini bisa memberi manfaat dan keberkahan yang luas bagi bangsa Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin pun berharap, Indonesia bisa menjadi referensi negara-negara lain di dunia terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. “Saya sangat mendukung penyelenggaraan ISEF sebagai upaya mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar menjadi arus utama kebijakan nasional dan internasional,” katanya.

BACA JUGA :  Staf Sekretariat DPRD Pasuruan Meninggal Karena Covid-19, 5 Pegawai Reaktif Saat Rapid Test

Terlebih melalui event berskala internasional ini, juga diharapkan bisa memperluas kerjasama internasional bagi para pelaku ekonomi. Khususnya yang berbasis syariah.

Untuk diketahui, bahwa Festival Ekonomi Syariah tahun ini akan diselenggarakan di tiga wilayah di Indonesia. Antara lain di NTB untuk wilayah timur pada Agustus ini. Kemudian wilayah barat di Sumatera Barat pada September, dan terakhir di Jawa Timur pada Oktober mendatang.

Sementara itu, pada pelaksanaan FESYar 2019 untuk regional Jawa, provinsi Jatim mencatatkan transaksi sebesar Rp 19,26 triliun. Hal ini menjadi capaian tertinggi dibandingkan dengan capaian regional Sumatera, yaitu Rp 2,11 triliun dan kawasan timur Indonesia sebesar Rp 2,6 triliun. (nul)