Fasilitas Isolasi Mandiri Terbatas, Pasien Positif Dijemput Mobil Hunter Covid-19

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Polisi dan tim mobil hunter Covid-19 koordinasi dengan Ketua RT setempat. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Tim Hunter Covid-19 menerapkan pola jemput bola untuk menghindari klaster keluarga di Jatim. Sasarannya, adalah mereka yang positif covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

BACA JUGA :  Terapkan Physical Distancing, Polres Jember Tutup Sejumlah Ruas

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Forkopimda Jatim mengambil langkah pro aktif untuk menjemput pasien jika terkonfirmasi positif. Dan, mereka melakukan isolasi mandiri dengan fasilitas yang kurang mendukung.

“Misalnya terkait sanitasi dan ventilasi serta gizi yang kurang memadai,” ujar Khofifah, Jum’at (25/9/2020) pagi.

Terkait anjuran agar tidak isolasi mandiri, kata Khofifah, isolasi mandiri tidak disarankan jika rumah tidak memenuhi syarat. Seperti fasilitas sanitasi dan ventilasi kurang mendukung, tidak ada ruangan pribadi untuk isolasi, ataupun saat pasien memiliki komorbid yang perlu dilakukan monitoring ketat.

“Kami telah menyiapkan RS Lapangan Indrapura di Surabaya. Saat ini dalam komando Pangkogabwilhan II. Dan saat ini di Kota Malang, kita sedang menyiapkan isolasi atau karantina terpusat di Poltekes Malang  dengan kapasitas 306 bed,” jelasnya.

Karena itulah, untuk meminimalisir pasien positif yang melakukan isolasi mandiri di rumah dan fasilitasnya kurang mendukung, maka Forkopimda Jatim melakukan penjemputan di rumah masing-masing pasien.

Lebih lanjut, kata Khofifah, pejemputan pasien ini juga mengacu pada fakta yang menyebutkan hingga 24 September 2020, terdapat 1.660 orang pasien covid-19 yang masih menjalani isolasi mandiri di Jatim. Sekaligus sebagai pengendalian atas munculnya kluster keluarga.

“Saat ini, kami bersama tim Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya akan jemput bola yang dilaksanakan tim covid-19 Hunter. Jika ada pasien yang merasa rumahnya kurang memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, maka tim covid-19 hunter siap menjemput dan akan di carikan tempat isolasi atau karantina yang sesuai. Termasuk berbagai rumah sakit rujukan di daerah. Hal ini untuk menghindari meluasnya kluster keluarga,” paparnya.

Melalui pola jemput bola ini, Khofifah berharap bisa memudahkan pasien mengakses berbagai layanan covid-19 untuk mendapatkan perawatan terbaik. Dan semua layanan diperoleh secara gratis jika dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah. (bro)