Enam Bulan Abu Limbah Ganggu Warga Rungkut

Reporter : Ahmad Hilmi Nidhomudin - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Warga Rungkut Kidul, Surabaya direpotkan dengan hujan abu limbah dari hasil pengolahan pabrik di kawasan Industri SIER. Hujan abu tersebut sudah berlangsung selama 6 bulan berselang.

BACA JUGA :  Agar Lebih Kuat dan Bertenaga Sopir Trailer Asal Lamongan Konsumsi Sabu

”Ini Cukup merepotkan warga, semuanya kotor, masjid, musala, rumah warga, kotor semua, mosok podo ditutupi sih motone wong Suroboyo (masak pada menutup mata sih orang-orang di Surabaya), heran aku,” kata salah satu warga setempat.

Slamet Riyadi salah seorang warga lainnya berusaha mengadukan masalah tersebut ke Komisi A DPRD surabaya. Dia mengaku sudah 6 bulan abu menghujani wilayah Rungkut Kidul.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Arif Fathoni yang menerima aduan warga meminta DLH Kota Surabaya melakukan pengecekan, karena limbah yang diduga bersumber dari pabrik dikawasan SIER tersebut dari proses batu bara.

”Tentu ini mengkhawatirkan, karena dimasa pandemik begini sesak nafas tentu menjadi ketakutan semua orang,” katanya, Selasa (9/2/2021)

Thoni meminta Manajemen PT SIER untuk melakukan pengawasan berkala agar industrialisasi di kawasan SIER tetap ramah lingkungan terhadap warga Rungkut dan sekitarnya.

”Tadi malam saya dapat aduan dari warga Rungkut Kidul soal debu limbah yang diduga dari pabrik kawasan SIER, memang ndak ada gunung di Surabaya, kalau ada hujan debu kan mesti dicari sumbernya, terus diberesi,” terangnya.

Toni juga menuntut pabrik yang menyebabkan limbah tersebut meminta maaf kepada warga Rungkut. Selain itu harus memberikan kompensasi kepada warga Rungkut dan sekitarnya baik dengan pemeriksaan gratis maupun penggantian karpet rumah maupun musala yang terkena langsung dampak dari limbah debu tersebut

”hal hal tersebut tidak dilakukan oleh manajemen pabrik yang menyebabkan hujan limbah debu, saya berharap Satpol PP Kota Surabaya untuk menutup sementara operasional pabrik hingga ada komitmen limbah yang dihasilkan ramah lingkungan,” pungkasnya. (bro)