Empat Warga Banyuwangi Kepergok Curi Kayu di Bali, Dua Pelaku Dibekuk

Reporter : Apriliana Devitasari - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi–Empat warga Banyuwangi nekat membalak kayu di Taman Nasional Bali Barat, Rabu (20/1/2021). Aksi mereka diketahui polisi hutan (polhut).

BACA JUGA :  Residivis Asal Lamongan Ditangkap di Tulungagung

Dua pelaku pembalakan kayu liar itu berhasil ditangkap aparat. Keduanya yakni Irfan Purnama dan Tohari. Keduanya langsung diserahkan ke Mapolres Buleleng, Bali. Sementara dua pelaku lainnya Atnan dan Heri berhasil kabur saat aksinya diketahui polisi.

Kasatreskim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto menerangkan kronologis awal bermula dari petugas TNBB yang saat itu sedang melakukan patroli di sekitar Kawasan hutan yang masuk dalam TNBB Zona Rimba tidak sengaja menemukan beberapa orang sedang menebang kayu.

Para petugas tersebut kemudian berkordinasi dengan Mapolsek Grokgak guna dilakukan penangkapan. Atas laporan tersebut akhirnya kepolisian mendatangi TKP, ditemukan ada empat pelaku yaitu, Tohari, Irfan Purnama, Heri dan Atnan. Pelaku yang sadar dengan kedatangan petugas, kemudian melarikan diri kedalam hutan. Namun, dua pelaku gagal melarikan diri yaitu Irfan Purnama dan Tohari dan dua orang lagi Atnan dan Heri ditetapkan sebagai DPO.

Saat itu Tersangka Tohari sebagai penebang pohon dan temannya Irfan Purnama bertugas menjemput dengan perahu. Kayu pahit yang ditebang kemudian akan dijual sesuai dengan berat kayu, dan uang hasil penjualan digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

“Dalam kejadian tersebut, kami hanya berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku, dan dua sisanya lagi berhasil melarikan diri. Saat ini kami sudah berkordinasi dengan Polres Banyuwangi terkait kedua pelaku yang sudah masuk daftar pencarian Orang,” jelas AKP Vicky.

Dalam peristiwa tersebut, diamankan beberapa barang bukti berupa sebuah gergaji tangan yang dibungkus dengan kain berwarna hijau gagang putih, sebuah mesin tempel merk honda warna putih 13 PK, sebuah kemudi perahu, sebuah dayung, sebuah jirigen warna putih, sebuah gergaji tangan yang dibungkus kain putih ganggang hitam, 78 batang kayu pahit Panjang 2 meter dengan diameter keliling 10-20 sentimeter, dan sebuah,  perahu warna orange tua katir berwarna biru.

Vicky juga menambahkan bahwa dalam kasus ini melanggar aturan serta pasal yang disangkakan 40 ayat (1) atau Pasal 40 Ayat (2) UU RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan hukuman pidana 5 tahun penjara.

Selain itu, Kepala Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah Krisna Kepakisan menyampaikan harapanya kepada masyarakat untuk turut serta menjaga dan mendukung kelestarian Kawasan konservasi speerti taman nasional, sebab keberadaanya begitu penting bagi kehidupan. (mkr)