Empat Orang Diciduk Polisi Usai Kasus Bongkar Peti Pasien Covid-19 di Pasuruan

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Ilustrasi pemakaman pasien Covid-19

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Empat orang yang nekat bongkar peti jenazah pasien Covid-19 Diciduk Polisi. Mereka menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasuruan Kota untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Setelah kejadian penjemputan paksa pasien positif COVID-19 Kamis kemarin, kami pastikan ada penegakan hukum. Sudah ada 4 orang yang diamankan. Sedang dalam penyelidikan,” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, Minggu (19/7/2020).

Keempatnya adalah warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok. Mereka diamankan Tim Buser Sabtu (18/7) siang.

[irp]

Mereka terancam Pasal 212 dan 214 KUHP dan Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984. Arman mengatakan, selain penegakan hukum, polisi bersama gugus tugas juga mendatangi Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok untuk melakukan edukasi. Ia berharap tidak ada lagi upaya penjemputan paksa pasien COVID-19.

“Selain penegakan hukum, kami juga melakukan edukasi ke masyarakat. Tolong jangan ada lagi penjemputan paksa pasien COVID-19 apalagi yang sudah positif. Jangan ada lagi yang menolak dimakamkan sesuai protokol COVID-19,” imbuhnya.

[irp]

Peristiwa ini bermula saat ratusan warga mendatangi pemakaman pasien Covid-19 di TPU Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/7/2020) pukul 11.00 WIB. Warga merebut peti jenazah dari petugas medis untuk dibawa ke rumah lagi lalu disalati di masjid. Setelah disalati, peti dibawa ke TPU untuk dimakamkan.

Hal tidak terduga terjadi saat prosesi pemakaman. Warga membongkar peti dan mengeluarkan jenazah kemudian memakamkannya. Sedangkan peti dibuang. (bro)