Empat Bulan Tak Digaji, Ratusan Buruh Mogok Kerja dan Meluruk Perusahaan

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

Ratusan buruh New Era menggelar aksi unjuk rasa menuntut gaji

KLIKJATIM.Com | Gresik — Ribuan karyawan PT New Era meluruk  pabrik tempatnya bekerja di Jalan Mayjend Sungkono Kecamatan Kebomas, Kamis (3/6). Mereka menuntut agar upah kerja selama empat bulan yang belum dibayar segera diselesaikan serta membawa tiga tuntutan lainnya.

BACA JUGA :  Ada Wacana Pembangunan Pemakaman Bertarif Puluhan Juta di Tulungagung, Rencana Lokasinya di Tanggunggunung

Massa yang  tergabung dalam FSPKEP PUK New Era itu melakukan long march mulai dari wilayah Bunder. Konvoi secara damai hingga ke depan pabrik lalu menyuarakan aspirasi. Bahkan, pendemo sempat memblokade ruas Jalan Gresik-Surabaya itu hingga arus kendaraan berhenti total selama sekitar satu jam.

Ketua  FSPKEP PUK New Era, Ahmad Agus Majdi mengatakan selama dua hari aksi unjuk rasa ini  digelar mulai tanggal  2-3 Juni 2021. Ini disebabkan karena para buruh yang berjumlah sekitar 1.200 orang belum mendapatkan upah kerja selama empat bulan. Yakni sejak Januari hingga April. Mereka menuntut agar haknya segera diberikan pihak perusahaan.

Selain gaji empat bulan, para karyawan juga menyuarakan soal tunjangan hari raya (THR) yang hingga saat ini juga belum diberikan. “Perusahaan sebenarnya ingin memberikan THR dengan nilai per orang Rp. 500 ribu. Langsung kita tolak karena tidak sesuai aturan,” keluhnya.

Dari beberapa kali rundingan dengan pihak perusahaan, Agus Majdi menyebut pimpinannya beralasan kondisi keuangan yang tidak stabil. Mereka menilai alasan itu tidak relevan, lantaran selama tahun 2020 produksi perusahaan terus berjalan.

Menurutnya, buruh juga menolak rencana kebijakan perusahaan yang menurunkan nilai upah. Sebelumnya Rp  3,8 juta turun menjadi Rp 3 juta. Kebijakan ini dinilai tidak sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Jatim terkait penangguhan upah.

“Kami sudah  tidak bekerja mulai 8 Mei kemarin, sampai hari ini tidak ada kepastian tetap dipekerjakan atau tidak. Kami siap di-PHK asal memenuhi ketentuan, kami di sini karyawan tetap,” tegasnya.

Sementara itu, HRD PT New Era Edy Harahap mengatakan, pihaknya bakal menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan para karyawan itu. Ia juga meminta agar seluruh buruh yang mogok kerja segera bekerja kembali mulai Senin (7/6/2021) mendatang.

“Semua disini tahu kondisi perusahaan. Tuntutan ini akan kami tindaklanjuti. Kita bicarakan dan rundingkan bersama lagi setelah masuk kerja. Mulai Senin bekerja,” katanya.

Pihaknya juga membantah jika untuk kembali masuk kerja karyawan tetap harus mendaftar ulang dan akan tercatat sebagai karyawan baru. “Hal itu bukan pendaftaran, namun pendataan untuk penentuan shift,” tutur  Edy saat menemui para  demonstran.

Atas jawaban pihak perusahaan itu, buruh menganggap masih belum ada kepastian. Pasalnya, alasan tersebut selalu dilontarkan sejak awal. Pendemo pun tidak terima, bahkan salah seorang karyawati  menangis histeris.

Karena tidak mendapat kepastian, buruh mengancam akan kembali menggelar demo yang sama. Bahkan dengan massa yang lebih besar. Dengan sasaran kembali di depan pabrik dan menyasar Kantor Bupati Gresik, Jumat (4/6/2021). (bro)