Dukung Eselon II Kembangkan Inovasi Kewirausahaan, Ini Pesan Wagub Emil

Reporter : M. Shohibul Anwar - klikjatim.com

Wakil Gubernur Jawa Timur,. Emil Elestianto Dardak saat meninjau lokasi penitipan anak yang disediakan oleh LCSP di Surabaya. (ist)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sektor ekonomi memiliki tantangan berat di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu birokrasi di pemerintahan harus berani mendorong penciptaan inovasi.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak juga tak tinggal diam. Ia mendorong seluruh pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jatim mampu mengembangkan inovasi berbasis kewirausahaan.

“Kadang kala kalau hanya berpikir kebijakan populis tetapi tidak ada suatu keberanian untuk mengambil langkah. Sebenarnya mungkin tidak populis, tetapi justru akan membangun daya saing jangka panjang. Kalau kita tidak berani kita tidak akan pernah bisa keluar dari jebakan ini,” ujar Emil, Senin (1/3/2021).

Adanya dorongan itu, kata Emil, agar bisa menjadi sumber referensi bagi para pimpinan di lingkungan pemerintahan, khususnya untuk memaksimalkan rumusan strategi yang dapat menjadi pengabdian pejabat.

“Tingkat II tentunya berkesempatan untuk keluar dari rutinitas sejenak untuk berpikir dan berkontemplasi, mengenai apa yang ingin dilakukan. Mereka sudah di etape agak terakhir dari masa pengabdian, sehingga harus lebih memberikan kesan saat meninggalkan legacy kedepannya,” imbuhnya.

Emil juga menyinggung soal kebijakan ekonomi, khususnya tentang middle income trap atau jebakan kelas menengah. Menurutnya, hal itu salah satu dampak dari pandemi Covid-19 yang menimbulkan adanya kontraksi ekonomi di Jatim hingga menyentuh angka minus 2,5 persen.

Ia berharap, adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi yang sudah disiapkan bisa membawa Jatim menuju upper-middle income. “Ini tidak mudah, karena kita memang butuh ekonomi yang tidak lagi hanya mengandalkan sumber daya alam atau sumber daya manusia berbasis padat karya. Untuk membangun ekonomi berbasis ilmu pengetahuan banyak tantangan-tantangan yang kita hadapi,” kata Emil.

Tantangan itu, jelas dia, tidak hanya karena adanya perubahan revolusi industri menuju ke era 4.0, namun juga adanya otomatisasi pada realita birokrasi. Karena itu, Emil mengingatkan para pejabat eselon II tidak gegabah dan tidak mengekor pada suatu mekanisasi, terutama jika belum dibuat secara lebih ramping, adaptif dan dinamis. (bro)