Dugaan Pungli BPNT di Gondang Bojonegoro Tak Berlanjut ke Meja Hijau

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Kasi Intelejen Kejari Bojonegoro, Edward. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Dugaan pungutan liar (pungli) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro tidak berlanjut ke meja hijau. Pemerintah desa yang sempat dilaporkan telah melakukan pungli hanya diminta mengembalikan uang.

Hal itu dibenarkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Kepala Desa Gondang telah dimintai konfirmasi terkait dugaan pungli BPNT yang dilaporkan warganya. Hasil konfirmasi tersebut, kades bersedia mengembalikan uang yang diduga telah diambil dari warga secara tidak sah.

BACA JUGA :  Petrokimia Gresik Bersama PTPN X Kawal Petani Tebu Lewat Program Makmur, Dukung Swasembada Gula 2024

“Sudah konfirmasi ke kades yang bersangkutan dan kades sendiri bersedia mengembalikan uang yang di duga pungli itu,” kata Kasi Intelejen Kejari Bojonegoro, Edward, Jumat (29/5/2020).

Edward mengatakan, kasus ini secepatnya akan diserahkan kepada Inspektorat Pemkab Bojonegoro.

“Secepatnya kasus ini akan kami serahkan awal bulan Juni ini,”katanya.

Diketahui, Senin (4/5/2020) lalu, belasan warga perwakilan Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, melaporkan pemerintah esa (Pemdes) Kejari Bojonegoro.

Laporan itu dikarenakan warga tidak mampu harus diberikan syarat membayar, apabila menerima sembako senilai Rp 200 ribu dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Apabila tidak membayar pungutan sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000, maka bantuan sosial tersebut tidak diberikan.

BACA JUGA :  Gelar Silaturahim, Parpol-Parpol Anggap Walikota dan Wawali Sanggup Tangani Pandemi

Disinggung terkait kasus lainnya yang hingga saat ini belum ada perkembangan penyedikan, Edward mengaku selama pandemi covid-19 ini tim penyidik tidak bisa bekerja maksimal seperti sebelumnya. Namun, dia mengkliam tetap bekerja maksimal menindaklanjuti semua kasus yang telah ditangani.

“Di tengah pandemi ini kami tetap berupaya menyelesaikan semua kasus. Kami bekerja terus, tapi tidak bisa seperti biasanya,” ujarnya. (mkr)