Dua Tahun Jadi Budak Seks Ayah dan Pamannya, Gadis 15 Tahun di Jember Hamil Empat Bulan

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Ilustrasi

KLIKJATIM.Com I Jember – Nasib apes dialami gadis 15 tahun di Jember. Setelah dua tahun dijadikan budak seks ayah tiri dan pamannya, gadis itu akhirnya hamil. Sudah berjalan empat bulan.

BACA JUGA :  Pemprov Jatim Harus Support BNN dan Polisi Berantas Narkoba, Bila Perlu Dikasih Dana!

“Untuk kedua pelaku sudah kita tangkap. Yakni ayah tiri dan paman korban,” tutur Kapolsek Silo AKP M Suhartanto, Jumat (30/7/2021).

Korban diperkosa pertama kali oleh sang ayah tiri, SA (40). Peristiwa itu terjadi pada 2019. “Saat itu korban masih duduk di bangku kelas 6 SD. Usianya sekitar 13 tahun. Korban memang tinggal serumah dengan ibu kandung dan ayah tirinya ini,” kata Suhartanto.

Korban diperkosa di rumah ketika ibunya sedang bekerja di ladang. Korban juga diancam dan dimarahi oleh ayah tirinya jika tidak menuruti kemauannya, “Dalam kondisi korban takut dan terancam, akhirnya tersangka SA menyetubuhi korban,” ujarnya.

Aksi bejat sang ayah tiri tidak hanya sekali itu saja. Setiap ada kesempatan, SA selalu memaksa korban untuk melayani hasrat seksualnya. “Dalam seminggu, tersangka SA menyetubuhi korban antara tiga sampai empat kali. Semua dilakukan di dalam rumah. Jadi aksi tersangka ini sudah tak terhitung lagi,” ungkap Suhartanto.

Pilu yang dialami korban ternyata tak berhenti sampai di situ. Ketika sedang bermain ke rumah neneknya, dia juga menjadi korban persetubuhan sang paman, MM (22).

Korban dipaksa melayani hasrat seksual sang paman di sebuah kebun kopi yang tidak jauh dari rumah sang nenek. Peristiwa itu juga pada tahun 2019.

Untuk memuluskan aksinya, MM mengiming-imingi akan mengajari korban mengendarai sepeda motor. “Dengan iming-imingi diajari motor itu, korban kemudian disetubuhi. Ya waktunya sama, sejak tahun 2019 lalu,” tutur Suhartanto.

Seperti perilaku sang ayah tiri, sang paman juga tidak hanya sekali melakukannya. Setidaknya dua minggu sekali MM mendatangi korban dan memaksa untuk dilayani.

“Jadi selama 2 tahun itu korban dipaksa melayani dua tersangka ini. Selama itu pula korban diam tidak bilang ke siapa pun. Bahkan antara kedua tersangka sendiri tidak saling tahu,” jelasnya.

Kasus persetubuhan itu terbongkar pada 24 Juli lalu. Berawal dari kecurigaan seorang tetangga yang melihat ada perubahan pada tubuh korban. Setelah didesak, korban yang duduk di kelas 2 SMP ini mengaku sudah lama tidak mengalami menstruasi.

“Kemudian korban diperiksakan ke Puskesmas dan diketahui sudah hamil 4 bulan,” imbuhnya.

Saat ditanya siapa pelaku yang membuatnya sampai hamil, korban kemudian menyebut nama ayah tiri dan pamannya. Berdasarkan pengakuan itu, ibu korban langsung melaporkannya ke polisi.

“Tersangka kita jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (*)