Dua Strategi UMKM Jatim Go Internasional

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Kediri – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menegaskan, ada dua strategi yang harus dilakukan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa menang di pasar ekspor. Hal itu disampaikan dalam acara Webinar yang diadakan Kadin Kediri bersama Bank Indonesia Kediri.

“Strategi ini ada dua, utama dan penunjang. Strategi utama tersebut adalah konsisten dalam empat hal. Konsisten dalam kualitas produk, konsisten dalam kuantitas produk, konsisten dalam harga dan terakhir konsisten dalam hal waktu,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tetap Buka, Pasar di Lamongan Siapkan Bilik Penyemprotan Disinfektan

Strategi utama ini menurutnya tidak hanya harus dilakukan oleh UMKM untuk memenangkan pasar ekspor tetapi juga untuk memenangkan pasar domestik. UMKM harus benar-benar fokus konsisten dalam kualitas produksi. Ini sangat penting karena masih banyak UMKM yang kualitasnya tidak stabil. Sementara konsisten dalam hal kuantitas juga diperlukan agar tidak menggangu kontrak yang telah dibuat dengan pembeli luar negeri. Karena kadang UMKM ini sekali waktu bisa memproduksi banyak tetapi sekali waktu tidak. Konsisten dalam harga karena terkait dengan kepercayaan dan konsisten dalam hal waktu terkait dengan jadual pengiriman barang.

BACA JUGA :  Kapal Cepat Penumpang Bawean-Gresik Tak Beroperasi Lagi

“Strategi kedua atau strategi pendukung. Misalnya, bagaimana UMKM bisa memanfaatkan online marketing atau digital marketing serta menggunakan market place yang level internasional untuk memasarkan produk yang dijual. Dalam hal ini, Kadin Jatim telah membentuk tim untuk memberikan pelatihan kepada mereka bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam hal pemasaran,” tandasnya.

Selain itu, UMKM juga harus bisa memanfaatkan jaringan internasional yang dimiliki Indonesia di luar negeri, seperti Konsul dagang, Diaspora dan Kadin Jatim Representatife Office. Atau jaringan The Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), yaitu organisasi nirlaba milik pemerintah di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Pengembangan Expor Nasional Indonesia. (bro)