Dua Mantan Kades Ditahan Kejaksaan Jombang Karena Dugaan Korupsi Dana Desa

Reporter : Tsabit Mantovani - klikjatim.com

Tersangka korupsi Dana Desa saat keluar mobil tahanan menuju Lapas Jombang

KLIKJATIM.Com |  Jombang – Dua mantan Kepala Desa (Kades) di Jombang dijebloskan ke penjara oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang, Selasa (2/3/2021) karena diduga korupsi Dana Desa (DD). Keduanya  adalah Catur Budi Prasetyo, mantan Kades Mojowarno, Kecamatan Mojowarno dan Maret Yudianto, mantan Kades Kepanjen, Kecamatan Jombang.

 

BACA JUGA :  Tingkatkan Pasien Sembuh di Gresik, Tiap Kecamatan Gelar Yustisi Prokes

Penyidik kejaksaaan menduga keduanya terlibat kasus korupsi saat menjabat sebagai pimpinan di desa dan kelurahan masing-masing. Atas tindakan keduanya, kerugian negara mencapai Rp 552 juta.  Kedua tersangka sebelumnya menjalani pemeriksaan di Kantor Kejari Jombang beberapa jam. Setelah hampir lima jam diperiksa, keduanya kemudian keluar masuk ke mobil tahanan.

Catur keluar dari kantor kejaksaan sembari menunduk. Mantan Kades ini memakai baju motif kotak-kotak. Wajahnya nyaris tertutup, karena memakai topi dan mengenakan masker. Selanjutnya, Catur dinaikkan ke atas mobil untuk dibawa ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang.

Kasi Pidana Khusus Kejari Jombang M Salahuddin menjelaskan, pihaknya mendapatkan pelimpahan kasus korupsi tersebut dari Polres Jombang. Mantan Kades Mojowarno diduga melakukan korupsi dana desa (DD) tahun 2018-2019. Dia melakukan pembangunan fiktif. Dari situ kerugian negara mencapai Rp 281 juta.

Sementara, mantan Lurah Kepanjen menggelapkan aset desa senilai Rp 271 juta. Uang itu merupakan hasil sewa aset di 21 titik. Uang tersebut tidak disetorkan ke kas daerah. Maret Yudianto ditetapkan sebagai tersangkan sejak 2020.

Sedangkan Catur ditetapkan sebagai tersangkan sejak Juni 2020. Pada 2018, saat menjabat sebagai Kades, dirinya menganggarkan tiga pekerjaan fisik yang hingga akhir tahun dilaporkan realisasi 100 persen. Namun kenyataannya pekerjaan fisik belum ada yang selesai.

Diantaranya pembangunan gedung PKK dengan nilai proyek Rp108 juta, balai RW dengan nilai proyek Rp 108 juta serta proyek pembangunan drainase senilai Rp 28 juta. “Mulai hari ini keduanya kita tahan di Lapas Jombang hingga 20 hari kedepan,” pungkas Kasi Pidsus Kejari Jombang. (hen)