Dua Kali Sehari Gadis asal Banyuwangi Ini Diperkosa Anak Pemilik Kos

Reporter : Suryadi Arfa - klikjatim.com

Pelaku perkosaan MJE (28) anak pemilik kos di di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Gadis berinisial M (17) warga asal Banyuwangi Jawa Timur disetubuhi dua kali saat berada di rumah kost di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Pelakunya adalah MJE (28) yang tak lain anak pemilik rumah.

BACA JUGA :  Sudah Vaksin Covid, 589 Calon Jamaah Haji Nganjuk Gagal Berangkat

Tragisnya aksi pemerkosaan itu dilakukan saat korban baru saja masuk sebagai penghuni kos dan mengalami menstruasi. Dalam kurun waktu lima jam, korban dipaksa berhubungan intim pada 14 November 2021 sekitar pukul 03.00 wib dini hari, sedangkan yang kedua terjadi pada sekitar pukul 08.00. 

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino menjelaskan kronologi kejadian dari hasil PAP korban, bahwa pada waktu itu korban baru pulang dari mengerjakan tugas di luar. Setibanya di kost, tersangka menyuruh korban untuk mengunci pintu pagar. Setelah mengunci pagar, korban dipanggil ke kamar tersangka. 

“Disitulah terjadi persetubuhan antara tersangka dan korban, itu kejadian pertama,” ujarnya saat memberikan press release, Kamis, (25/11/2021).

Lanjut pria itu, sementara untuk kronologi kejadian yang ke dua, tersangka masuk ke kamar korban melalui jendela kamar yang tidak terkunci. Pasalnya pada saat itu pintu kamar sedang terkunci, sehingga korban membuka pintu melalui. Setelah itu, tersangka masuk ke kamar dan mengunci pintu kembali. 

“Korban pada saat itu masih tertidur,  kemudian kaget melihat ada orang masuk. Disitulah terjadi persetubuhan yang ke dua,” imbuhnya.

Saat ditanyai oleh awak media, kapan korban melakukan pelaporan terhadap pihak berwajib. Kapolres mengungkapkan bahwa laporan itu dilakukan pada tanggal 20 November 2021. Dengan durasi waktu yang cukup lama kemungkinan korban merasa takut.

“Korban menceritakan ke temannya, lalu temannya yang menghubungi orang tuanya di Banyuwangi untuk datang ke Bangkalan. Tapi orang tuanya tidak tau, barulah setelah sampai di Bangkalan baru diceritakan,” tutupnya.

Sementara itu, saat MJE (28) interogasi oleh pihak kepolisian motif melakukan tindakan amoral terhadap korban, tersangka hanya menjawab singkat saja. “Suka saja sama dia,” singkatnya.

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu BH, Celana dalam, daster, kaos lengan panjang, celana pendek dan hasil visum dari rumah sakit yang menyatakan ada robekan di selaput darah korban dan lebam di bagian leher.

Atas kejadian tersebut, tersangka dihadiahi pasal dengan pasal 81 ayat 1 UUD nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, menjadi pasal 76 huruf d undang-undang RI nomor 35 tahun 2004 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (rtn)