DPRD Putuskan Pemberhentian Sambari-Qosim Sebagai Bupati dan Wabup, Gus Yani-Bu Min Dilantik 17 Februari 2021

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Terima kasih telah mengirimkan lamaran ke Klikjatim.com Untuk selanjutnya dimohon kepada saudara mengirimkan tulisan essai atau opini dengan tema Seandainya Saya Wartawan Klikjatim.com Kirimkan maksimal 2.000 karakker kirimkan kembali ke email redaksiklikjatim@gmail.com Terima kasih, Pemimpin Redaksi 

KLIKJATIM.Com | Gresik — Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan wakilnya Moh Qosim resmi tidak lagi menjabat pada 17 Februari 2021. Keputusan pemberhentian itu disampaikan dan ditetapkan dalam rapat paripurna bersama DPRD Gresik, Rabu (27/1/2021).

BACA JUGA :  Belajar di BPSDM Jatim, Free Wifi dan Ikut Lomba Masak Ikan

Posisi Sambari-Qosim akan digantikan Fandi Ahmad Yani dan Aminatun Habibah yang yang telah ditetapkan oleh KPU Gresik sebagai pemenang dalam Pilbup 2020 kemarin. Usulan pemberhentian itu nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur Jatim.

Dalam mekanismenya, transisi kepemimpinan dari bupati dan wakil bupati lama kepada yang terpilih harus melalui mekanisme pengusulan pemberhentian dan pengangkatan serta pengesahan bupati dan wakil bupati terpilih.

“Ini sekaligus mengesahkan keputusan KPU Gresik yang memenangkan pasangan Fandi Ahmad Yani dan Dra Aminatun Habibah,” kata Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir dalam rapat paripurna.

Rapat paripurna mestinya dihadiri bupati-wakil bupati lama dan bupati-wakil bupati terpilih. Namun, dalam paripurna kali ini Bupati Sambari tidak hadir. Bupati Gresik dua periode itu saat ini masih dalam masa perawatan setelah dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19.

Sementara Wabup Qosim, Fandi Ahmad Yani dan Aminatun Habibah turut mengikuti jalannya paripurna secara daring. Dalam sambutannya, Wabup Qosim mengapresiasi kerja-kerja penyelanggaraan pemilu dan masyarakat se-kabupaten, lantaran berhasil menggelar pemilu dengan tertib.

“Saya yakin pilihan yang dijatuhkan masyarakat Gresik dalam pilkada kemarin adalah pilihan yang tepat, semoga pemimpin baru ke depan dapat membawa Gresik semakin baik,” paparnya melalui Video conference.

Tak lupa, Qosim yang menjadi rival Fandi Ahmad Yani saat pilkada kemarin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gresik bila selama memimpin bersama Sambari terdapat kekurangan maupun ada program-program yang belum tuntas.

“Pasti apa yang kami kerjakan ada kekurangan untuk itu kami sampaikan permohonan maaf keapda seluruh masyarakat Gresik,” ucapnya.

Sementara itu wakil ketua DPRD Gresik Mujid Ridwan menuturkan, bila nanti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik akan digelar pada 17 Februari 2021 di Gedung Grahadi Surabaya.

“Karena masih pandemi jadi tidak digelar di Gedung DPRD Gresik, akan serentak di Grahadi bersama kabupaten lain yang tidak ada sengketa di MK,” kata Mujid. (*/mkr)