DPRD Gresik Siapkan Regulasi Untuk Mendukung dan Memperkuat UMKM

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah bersama Wakil Ketua DPRD Mujid Riduan dan Ahmad Nurhamim memberikan keterangan kepada wartawan. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pimpinan dan Anggota DPRD Gresik berkomitmen untuk memperkuat keberadaan Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) di Kabupaten Gresik. Salah satu bentuk dukungan itu adalah menyiapkan pembentukan regulasi terkait UMKM.

BACA JUGA :  Bupati Ponorogo Ipong Dipolisikan Ketua LSM Karena Langgar Protokol Kesehatan

Langkah ini merupakan upaya legislatif dalam menyelamatkan sektor ekonomk kerakyatan dari dampak pandemi Covid-19 yang belum berakhir.  Regulasi yang disiapkan yakni membuat peraturan daerah (Perda) pemberian kredit lunak kepada pelaku UMKM. Perda tersebut disahkan tahun lalu, dan di 2021 ini tinggal diimplementasikan. Hal ini karena selama ini sektor UMKM menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi.

Langkah DPRD Gresik ini sejalan dengan harapan Gubernur Jawa Timur saat mengikuti  Rapat Paripurna Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di DPRD. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta UMKM juga menjadi prioritas.

“Saya titip ke Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru, sektor UMKM menjadi prioritas. Pasalnya, tingkat pengangguran di Kabupaten Gresik masih di atas rata-rata. Padahal, memberi kontribusi 5,38 persen PDRB secara nasional,” ujarnya, Sabtu (6/3/2021).

Terkait dengan percepatan ekonomi di sektor UMKM, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir siap menyinergikan dengan bupati serta wabup yang baru. Apalagi dalam program nawa karsa yang masuk dalam visi dan misinya ada program kebangkitan ekonomi.

“Kami siap menyinergikan perda UMKM yang sudah disahkan dengan program nawa karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang baru,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan. Politisi asal PDIP itu menyatakan, untuk mempercepat serta membangkitkan lagi UMKM, dirinya sudah mengusulkan supaya perda yang telah disahkan itu diperinci lagi.

Sehingga, pelaku UMKM tidak hanya diberi bantuan modal, tapi juga pelatihan maupun cara membranding produknya. “Jangan hanya bantuan modal saja. Tapi bagaimana pelaku UMKM bisa eksis. Salah satu caranya diberi pelatihan serta brand produknya bisa menembus pasar,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, perubahan tidak lantas melupakan apa yang telah dilakukan sebelumnya. Dirinya, berterima kasih kepada mantan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moch Qosim.

“Izinkan kami meneruskan pembangunan Gresik lebih mandiri dengan program nawa karsa. Banyak pekerjaan rumah (PR) yang diselesaikan. Namun, ada juga lima program kami yang menjadi skala prioritas. Dari lima prioritas itu ada dua masalah yang perlu segera diselesaikan. Yakni, kekeringan dan kebanjiran yang masuk kedalam 99 hari program kerja,” paparnya. (ris/*)