DPRD Gresik Optimis Produk Unggulan Bisa Ekspor dan Tembus Pasar Internasional

Reporter : Miftahul Faiz - klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Gresik — Anggota DPRD Gresik komisi II Muhammad Syahrul Munir dorong pelaku UKM produk unggulan di Gresik bisa ekspor hingga tembus pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan saat pertemuan rapat koordinasi asistensi peluang pasar bagi produk unggulan di Kabupaten Gresik. Bertempat di Kantor Diskoperindag Kabupaten Gresik. Wakil Ketua Komisi II itu menjelaskan, kendala utama yang dialami oleh teman-teman pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) ini adalah pendampingan.

“Mulai dari perizinan, kemasan produk, company profil, hingga akses ke pasar internasional,” ungkapnya, Kamis (10/6/2021).

Pihaknya diskusi mencari titik temu gagasan agar produk lokal kualitas premium ini bisa merambah pasar internasional lebih massif lagi.

“Dari sisi mata anggaran, memang sangat minim untuk kegiatan ini, namun kami berupaya agar produk unggulan ini bisa terayomi dengan baik melalui anggaran yang memadai,” tandasnya.

Disamping itu, kajian potensi pasar dan peluang pendapatan berupa pajak atas aktivitas ekspor ini harus dikaji lebih lanjut oleh dinas terkait.

“Sehingga, mata anggaran bisa kita push lebih maksimal lagi. Harapan kami ada desa devisa lanjutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKB itu menceritakan, jumlah pelaku Usaha Kecil Dan menengah (UKM) yang siap ekspor sangat sedikit. Per Desember 2020 kemarin yang terdaftar hanya 11 pelaku ekspor, namun per 2021 ini sudah ada 148 eksportir yang sudah terdaftar. Tapi belum tau juga identifikasinya bahwa pelaku tersebut sudah siap ekspor atau tidak, karena kebanyakan pelaku UKM menggunakan jasa eksportir.

“Padahal jika bisa diekspor sendiri maka tentu akan menambah pemasukan. Sebenarnya sudah ada fasilitas gratis melalui Bea Cukai yang bernama Klinik Ekspor. Ini bisa diakses oleh pelaku UKM agar tau bagaimana ekspor produk unggulan mereka,” pungkas Syahrul.

Diketahui pertemuan dihadiri dari Bea Cukai, Diskoperindag, dan para pelaku UKM yang produk usahanya sudah siap untuk diekspor, karena kualitasnya sudah kualitas premium. Seperti Songkok Ikbal dan Pondok Indah dari Bungah, Rebana Imam Bahri Bungah, Songkok Presiden Pulopancikan Gresik, Baju Muslim Ramli, Busana Java Muslim, Sarung Sutra Sari Ratu Cerme, Batik Bangsawan, Batik Gajah Mungkur, Kelompok UKM Wedani yang kemarin diplot sebagai desa devisa rintisan di Kabupaten Gresik, dan beberapa UKM lainnya yang sudah siap ekspor. (bro)