Dorong Penyaluran Pupuk Subsidi Cepat ke Petani, PG Minta Distributor Segera Menebusnya

Reporter : Koinul Mistono - klikjatim.com

Kedekatan interaksi komunikasi Dwi Satriyo Annurogo dengan pemilik kios pupuk dan produk pertanian. (ist/Humas Petrokimia Gresik)

KLIKJATIM.Com | Nasional – PT Petrokimia Gresik (PG) selaku perusahaan solusi agroindustri yang juga anggota holding Pupuk Indonesia, meminta kepada seluruh distributor pupuk bersubsidi di daerah untuk segera melakukan penebusan pupuk. Penebusan dimaksudkan agar pupuk bersubsidi ini dapat segera didistribusikan kepada petani melalui kios-kios resmi yang tersebar di penjuru daerah.

BACA JUGA :  Pegawai Bakorwil Bojonegoro Satu Hari Masuk Satu Hari Libur

Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menjelaskan, bahwa pupuk bersubsidi akan selalu tersedia di seluruh Gudang Penyangga (lini II). Oleh karena itu, distributor diminta untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi di gudang distributor (lini III) sesuai ketentuan pemerintah.

“Kami meminta distributor untuk menyediakan stok pupuk bersubsidi di gudang distributor untuk alokasi minimal dua minggu ke depan, agar dapat didistribusikan kepada petani melalui kios-kios resmi atau lini IV,” ujar Digna dalam acara Gathering Distributor Utama Petrokimia Gresik di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (18/1/2021) kemarin. 

Digna menjelaskan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk koordinasi perusahaan dalam rangka kesiapan musim tanam. Dan sebelumnya, sebanyak 661 distributor Petrokimia Gresik telah menandatangani ‘Pakta Integritas’ sebagai bentuk komitmen anti korupsi serta gratifikasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Karena penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021 ini bakal semakin menantang, menyusul dampak pendemi Covid-19 yang masih akan terasa. Selain itu, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 menugaskan holding Pupuk Indonesia, menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 8,9 juta ton (2020) menjadi 9,04 juta ton (2021), plus pupuk organik cair sebanyak 1,5 juta liter.

Untuk teknis penyaluran pupuk bersubsidi, lanjutnya, kios resmi akan berpedoman pada Surat Keputusan (SK) Dinas Pertanian setempat. Oleh karena itu, ditegaskan kembali, distributor diminta untuk memastikan agar kios-kios resmi menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan SK, mulai dari segi jenis maupun jumlah.

Selain itu Petrokimia Gresik juga mengajak masyarakat, bersama Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), untuk turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi. Jika ada penyelewengan, masyarakat dapat melaporkannya kepada aparat atau pihak berwajib. Karena hal tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan dapat diancam pidana. 

“Jika ada di antara distributor kami yang terbukti melakukan penyelewengan, maka kami tidak akan segan untuk memberhentikan kerjasama distribusi,” tegas Digna.

Selanjutnya dalam kesempatan acara yang sama, Petrokimia Gresik memberikan apresiasi kepada distributor dengan kinerja bagus terkait penebusan pupuk non-subsidi retail NPK Phonska Plus tertinggi sepanjang tahun 2020. Berkat dukungan dari para distributor inilah, Petrokimia Gresik berhasil menjual pupuk NPK Phonska Plus lebih dari 100.000 ton pada tahun 2020.

Lalu, Digna juga mengajak para distributor pupuk lainnya untuk meningkatkan penebusan pupuk NPK Phonska Plus. Hal ini merupakan strategi Petrokimia Gresik dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dengan mengurangi ketergantungan petani terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi yang alokasinya terbatas.

Karena berdasarkan kebutuhan petani menurut usulan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) mencapai 23 juta ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair.

“Gap antara alokasi dan kebutuhan inilah yang akan kita dukung melalui pupuk komersil seperti NPK Phonska Plus. Jadi petani tidak perlu khawatir,” tutup Digna. (hen)