Ditemukan Tewas di Parit, Bocil Kejayan Pasuruan Diperkosa Sebelum Dihabisi

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Pasutri pelaku pembunuhan bocah lima tahun saat diamankan anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Insert foto : Petugas kepolisian dari Polsek Kejayan saat berada di lokasi penemuan mayat bocah berjenis kelamin perempuan. (Didik Nurhadi/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Pelaku pembunuhan bocah cilik (bocil) yang jasadnya ditemukan di parit perkebunan jagung Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan akhirnya diringkus Satreskrim Polres setempat. Diketahui bahwa pelakunya adalah pasangan suami istri (Pasutri) yang masih satu desa, yaitu Tohir (27), dan istrinya Ifa Maulaya (19), warga Dusun Klompang, Desa Tanggulangin. 

Ketika itu korban bernama Raisa Hasnabila atau akrab disapa Rara ditemukan tidak bernyawa di tengah parit, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya pada Selasa (6/7/2020) sore. Awalnya ada warga sekitar yang hendak mengairi sawah, dan tiba-tiba dikagetkan sosok mayat dalam kondisi terlentang. Ternyata korban adalah anak ketiga dari pasangan suami istri (pasutri) Sucipto dan Satuha.

BACA JUGA :  Sosok Rudy Dikenal Penuh Dedikasi, Pemprov Bakal Memberikan Kehormatan Lencana Jer Basuki Mawa Beya

“Setelah mendapat info (penemuan mayat) itu, petugas langsung ke tempat kejadian. Jasad korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Pusdik Shabara Bhayangkara Porong untuk otopsi,” ujar Kapolsek Kejayan, AKP Sugeng Prayitno.

Selanjutnya, anggota Satreskrim Polres Pasuruan langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk pelaku yang ternyata pasutri. Dari hasil otopsi sekaligus pemeriksaan terhadap pelaku Moch Tohir dan Ifa Maulaya, akhirnya terungkap beberapa fakta.

Antara lainnya sebelum korban dibantai hingga tewas, ternyata diperkosa terlebih dahulu oleh pelaku Moch Tohir. “Kepala bagian belakang korban dipukul menggunakan benda tumpul sehingga korban tidak bernyawa. Pelaku juga memasukkan wajah korban ke dalam saluran irigrasi,” papar Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan saat menggelar konferensi pers, Rabu (8/7/2020).

Lebih jauh diterangkan, awalnya pelaku melihat korban dan memanggilnya. Kemudian korban diajak ke rumah pelaku hingga akhirnya dipaksa berhubungan badan.

BACA JUGA :  Jamu Persija, Arema Berbagi Angka

Korban disebutkan sempat memberontak, tapi tak mampu membendung nafsu pelaku yang sudah di atas ubun-ubun. Akhirnya pelaku pun dapat memetik kegadisan korban. “Pada saat kejadian pemerkosaan, istri pelaku tidak tahu. Terungkapnya tindak pidana pemerkosaan ini dari hasil otopsi yang dilakukan petugas,” jelasnya.

Tak cukup sampai di situ. Sejumlah perhiasan korban juga diembat pelaku dan jasadnya dibuang ke area parit. “Pelaku berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan,” tambahnya.

Atas perbuatannya, pelaku Moch Tohir dijerat Pasal 81 Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sub 338 sub 365 KUHP. Sedangkan istrinya Ifa Maulaya dijerat Pasal 338 jo 55 sub 365 KUHP. (nul)